in

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus

ekonomi Indonesia
Photo by Muhammad Rizki on Unsplash

Menteri Ekonomi Sri Mulyani menyatakan bahwa skenario ekonomi di Indonesia saat ini sangatlah berat. Bahkan ada proyeksi bahwa ekonomi Indonesia bakal minus.

Klaim dari Sri Mulyani itu bukanlah tanpa alasan. Hal tersebut dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi dari berbagai faktor selama kuartal I 2020.

Hampir semua sektor, terutama konsumsi dan investasi harus menelan pil pahit berupa menurunnya nilai pertumbuhan ekonomi dibandingkan kuartal I 2019.

Dengan menurunnya kedua sektor tersebut, pertumbuhan ekonomi RI sudah pasti akan mengalami tekanan pada tahun ini.

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus

Dilansir dari CNBCIndonesia, pandemi virus Corona ini menjadi pukulan telak bagi pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I, terutama sektor konsumsi.

Pada kuartal I 2020 pertumbuhan tingkat konsumsi hanya tumbuh sebanyak 2,7 persen. Padahal pada kuartal I 2019 pertumbuhan tingkat konsumsi mencapai 5,3 persen.

Sisi investasi juga mengalami penurunan yang cukup besar. Pada kuartal I 2020, tingkat investasi di Indonesia hanya mencapai 1,7 persen saja.

Di periode yang sama pada tahun 2019, tingkat investasi di Indonesia ada di tingkat yang cukup tinggi, yaitu di atas 5 persen.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 21 Februari 2020

Dengan skenario berat seperti ini, pertumbuhan ekonomi RI hanya bisa sampai 2,3 persen. Namun jika skenario sudah berubah menjadi sangat berat nilai minus 0,4 persen bukanlah hal yang mustahil.

Sri Mulyani menyatakan bahwa menurunnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 akan menjadi faktor penambah angka kemiskinan dan jumlah pengangguran di Indonesia.

Jika ditilik dari skenario berat dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2,3 persen, angka kemiskinan di Indonesia akan bertambah sebanyak 1,89 juta orang. Pun dengan angka pengangguran yang meningkat sebanyak 2,92 juta orang.

Sementara itu, dalam skenario sangat berat dengan pertumbuhan ekonomi minus 0,4 persen, pertambahan angka kemiskinan akan mencapai 4,86 juta orang. Angka pengangguran bisa bertambah hingga 5,23 juta orang.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berusaha untuk membuat desain kebijakan untuk mencegah hal tersebut.

Kebijakan itu difokuskan terhadap kebijakan penangan dan pemulihan sektor ekonomi yang berfokus perbaikan sisi permintaan.

kebutuhan dana restrukturisasi kredit

Kebutuhan Dana Restrukturisasi Kredit, Berapa?

bursa asia kembali hijau

Bursa Asia Kembali Hijau Akibat Uji Coba Vaksin Corona