in

Efek New Normal Terhadap Ekonomi RI

efek new normal
Photo by bennett tobias on Unsplash

Pemerintah sudah mencanangkan akan kehidupan New Normal walaupun krisis pandemi ini belum selesai. Lalu bagaimana efek New Normal ini terhadap ekonomi RI?

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa New Normal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali produktivitas masyarakat yang sempat merosot.

Kemerosotan tersebut tidak lain karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berfungsi untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Efek New Normal terhadap Ekonomi

Dilansir dari CNNIndonesia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan bahwa strategi ini sudah dikaji oleh pemerintah.

Hal tersebut dilakukan agar tidak ada miss dalam penerapannya. Oleh karena itu kapan New Normal akan diterapkan masih belum ada tanggal pastinya.

Akan tetapi, Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal menyatakan bahwa masih ada keraguan dalam keberhasilan dari New Normal ini.

Faisal menyatakan bahwa kebijakan ini belum cocok dan masih belum tepat untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Faisal berkata bahwa New Normal cocok dilakukan jika kasus virus Corona sudah mencapai titik puncaknya. Pencapaian titik puncak tersebut adalah syarat mutlak yang harus dikantongi oleh Pemerintah Indonesia.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 22 Mei 2020

Akan tetapi, dengan adanya kabar bahwa strategi ini akan dilaksanakan pada akhir Mei ini dirasa masih kurang cocok. Hal ini dikarenakan proyeksi puncak penyebaran virus ini ada di akhir Mei ini.

Fahri menyatakan bahwa jika pemerintah masih berusaha untuk memberlakukan strategi ini pada akhir Mei, jumlah kasus akan meningkat jauh lebih banyak.

Menurut Fahri, kunci utama dari bangkitnya perputaran roda ekonomi adalah berkahirnya pandemi tersebut.

Oleh karena itu, Fahri menyatakan bahwa pemerintah Indonesia jangan sampai membuat kasus Flu Spanyol kembali terulang.

Kasus tersebut terjadi pada Maret 1918 dan tidak dianggap serius oleh banyak orang. Namun, virus ini telah menelan korban jiwa sebanyak 50 hingga 100 juta jiwa di seluruh dunia.

Jika hal tersebut sampai terjadi, dampak New Normal terhadap ekonomi Indonesia malah barbalik arah. Kebijakan tersebut malah bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun.

Menurut analisa yang dilakukan Fahri, jika puncak Corona ada pada bulan Juni atau Juli dan sudah beres pada bulan September, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya merosot sebanyak 0,08 persen.

Baca Juga  Wall Street dan Bursa Saham Asia Menghijau

Akan tetapi, jika ada lonjakan kasus, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada analisa tersebut.

Namun, Fahri menyatakan bahwa New Normal adalah hal yang diharapkan banyak orang, terutama untuk yang mempunyai penghasilan harian.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 20 Mei 2020

New Normal sektor pariwisata

New Normal Sektor Pariwisata, Jangan Terburu-buru!