in

New Normal Sektor Pariwisata, Jangan Terburu-buru!

New Normal sektor pariwisata
Photo by Harry Kessell on Unsplash

Istilah New Normal sudah digembar gemborkan oleh pemerintah. New Normal ini akan diterapkan di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pariwisata.

New Normal rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat, akan tetapi pelaksanaan hal tersebut harus diikuti dengan protokol kesehatan yang memadai.

Walaupun Presiden Indonesia belum menentukan kapan dilaksanakannya New Normal ini, namun beberapa sektor sudah mulai melakukan persiapan.

Sektor-sektor tersebut berusaha untuk mempersiapkan protokol yang bisa digunakan untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut.

New Normal Sektor Pariwisata

Sektor Pariwisata juga mulai mempersiapkan protokol New Normal ini, bersama sektor perhotelan dan restoran.

DIlansir dari CNNIndonesia, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran berkata bahwa protokol untuk menindaklanjuti New Normal ini sedang disusun oleh mereka.

Tidak main-main, PHRI bahkan sudah bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio untuk merancang protokol tersebut dengan matang.

Yusran menyatakan bahwa protokol tersebut akan keluar minggu depan dan akan dilaksanakan di seluruh hotel dan restoran di Indonesia.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 17 Januari 2020

Protokol yang diberikan adalah standar minimum, jadi pihak hotel dan restoran bisa mengembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu protokol yang harus diterapkan oleh hotel dan restoran adalah kewajiban menggunakan masker bagi pelanggan dan karyawan. Selain itu pengecekan suhu badan juga masih dilaksanakan.

Tatanan tempat makan juga diatur dalam protokol tersebut. Physical distancing juga masih diterapkan di dalam restoran.

Akan tetapi, protokol tersebut tidak akan diterapkan secara langsung di seluruh hotel dan restoran. Ada skala prioritas dalam protokol tersebut.

Tergantung dari kebijakan masing-masing daerah, hotel dan restoran yang dibuka harus berlokasi di zona hijau, atau yang kurvanya sudah mulai landai.

Operasional hotel juga tergantung akan kekuatan modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Jika memang memungkinkan hotel dan restoran bisa dubuka sesuai dengan protokol tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor pariwisata adalah sektor pertama yang terkena dampak langsung dari virus Corona ini.

Hal ini dapat dilihat dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sektor akomodasi dan makanan minuman mengalami pertumbuhan hanya sebanyak 1,5 persen.

Baca Juga  6 Fakta Menarik di Pembukaan Festival Belanja Alibaba 11.11

Padahal di periode yang sama pada tahun 2019, pertumbuhan sektor akomodasi makanan dan minuman berhasil meningkat hingga level 5,87 persen.

efek new normal

Efek New Normal Terhadap Ekonomi RI

Harga rumah merosot

Efek Corona, Harga Rumah Merosot Tajam