in

Serangan Dagang China Terhadap Australia, Pemicunya?

serangan dagang china
Photo by Diego Fernandez on Unsplash

Serangan dagang China terhadap Australia sudah dimulai sejak Senin (18/5) yang lalu. Mengapa perang dagang ini bisa terjadi? Apa pemicunya?

Hal yang memicu serangan dagang China ini tak lain adalah usulan Australia kepada organisasi kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan penyelidikan terhadap asal muasal virus Corona ini.

Memang, Australia tidak menyebutkan secara langsung hubungan antara China dan virus ini.

Australia hanya menyatakan bahwa perlu adanya koordinasi dari WHO untuk mengalukan evaluasi secara imparsial, mandiri, dan menyeluruh.

Pernyataan Australia ini juga didukung oleh banyak negara. negara yang mendukung antara lain adalah India, Rusia, Selandia Baru, Inggris, dan beberapa negara Uni Eropa.

Akan tetapi, China merasa geram akibat desakan Australia untuk segera melakukan penyelidikan penanganan virus yang menjadi pandemi ini.

Tidak lama setelah dirilisnya usulan dari Australia itu, tarif impor langsung dinaikkan oleh China. Tarif impor yang dinaikkan adalah tarif gandum barley.

Dilansir dari CNNIndonesia, naiknya tarif impor terhadap gandum barley tersebut sudah berlaku sejak kemarin, Selasa (19/5).

Baca Juga  Harga Emas Masih di Titik US$1.700

Akan tetapi, China menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah pernyataan akan dilakukannya perang dagang.

China menyatakan bahwa tarif impor dan usulan akan dilaksanakannya penyelidikan virus Corona adalah dua hal yang berbeda.

Dinaikkannya tarif impor ini karena ada alasan tertentu. Alasan tersebut adalah hasil dari penyelidikan China bahwa ekspor biji-bijian yang dilakukan Australia ada praktik subsidi dan dumping.

China menganggap bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang diberikan sebelumnya bisa merusak industri dalam negeri di China.

Walaupun China membantah bahwa kenaikan tarif impor tersebut bukanlah pernyataan akan perang dagang, namun Duta Besar China untuk Australia berkata lain.

Cheng Jingye menyatakan bahwa dorongan untuk melakukan penyelidikan yang dilakukan Australia membuat warga China sakit hati.

Hal tersebut bisa memperbesar kemungkinan terjadinya boikot produk-produk yang berasal dari Australia di negeri Tirai Bambu tersebut.

Harga rumah merosot

Efek Corona, Harga Rumah Merosot Tajam

Industri Makanan Minuman Terjun Bebas

Efek Corona, Industri Makanan Minuman Terjun Bebas