in

Efek Corona, Bisnis Leasing Ambrol

bisnis leasing ambrol
Photo by Max Rovensky on Unsplash

Biasanya saat mendekati lebaran, bisnis leasing dan mobil second melambung. Namun, dengan adanya larangan mudik, bisnis leasing dan mobil second ambrol.

Bisnis mobil bekas adalah salah satu faktor yang mengalami dampak paling besar akibat virus Corona. Penjualan mobil bekas mengalami penurunan selama 2-3 bulan terakhir.

Dilansir dari CNBCIndonesia, pemilik Nava Sukses Motor Khoirul Fahmi menyatakan bahwa rata-rata penjualan mobil bekas per bulan adalah 30-40 unit mobil.

Namun sejak masa Corona ini, jumlah penjualan menjadi 5 persen dari biasanya. Per bulan, mobil hanya terjual sebanyak 1 atau 2 unit saja.

Menurunnya penjualan mobil bekas ini tidak lain karena menurunnya daya beli masyarakat di tengah masa pandemi. Selain itu masyarakat lebih memilih mengalokasikan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Fahmi menyatakan sebenarnya pasar masih ada, namun banyak pembeli yang menyatakan bahwa dana yang dimiliki asih kurang.

Dengan menurunnya tingkat permintaan, harga mobil bekas juga harus mengalami penurunan. Hal tersebut terpaksa dilakukan agar minat pasar masih tetap terjaga.

Baca Juga  Selama Pandemi, Konglomerat AS Makin Kaya, Kok Bisa?

Menurut Fahmi, penurunan harga mobil bisa mencapai Rp30 juta rupiah. Bahkan mobil Mobilo bekas bisa ditebus dengan harga di bawah Rp100 juta.

Faktor Bisnis Leasing Ambrol

Selain mobil bekas, bisnis leasing atau pembiayaan multifinance juga ambrol. Hal ini dikatakan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno.

Menurunnya tingkat penjualan mobil, baik mobil baru atau bekas, adalah salah satu faktor yang menyebabkan bisnis leasing menurun.

Lebih lagi menurunnya bisnis leasing ini diakibatkan oleh syarat untuk melakukan kredit mobil atau motor yang makin sulit.

Hal ini membiat penjualan mobil mengalami penurunan yang cukup tajam pada bulan April lalu.

Pada bulan April lalu, penjualan kredit mobil hanya ada 24.000 unit saja. Padahal biasanya, penjualan kredit mobil per bulan bisa mencapai 80.000 unit.

Faktor lain yang menyebabkan menurunnya jumlah penjualan kredit mobil adalah nilai uang muka yang ditingkatkan hingga 30 persen. Padahal sebelumnya hanya sekitar 15 sampai 20 persen saja.

pencairan dana desa

Proses Pencairan Dana Desa Dipercepat Kemenkeu

harga minyak naik lagi dunia

Harga Minyak Naik Lagi, Apakah Bakal Turun?