in

Harga Minyak Naik Lagi, Apakah Bakal Turun?

harga minyak naik lagi
Gambar oleh jplenio dari Pixabay

Pada perdagangan hari ini, Kamis (21/5) harga minyak naik lagi. Salah satu faktor penyebabnya adalah persediaan minyak Amerika Serikat (AS) yang menurun.

Akan tetapi harga minyak hanya mengalami kenaikan tipis karena adanya risiko akan pertumbuhan ekonomi global yang tidak pasti.

Dilansir dari CNBCIndonesia, harga minyak mentah Brent pengiriman Juli dibanderol dengan harga US$35,92 per barel. Harga minyak tersebut mengalami peningkatan sebanyak 17 sen atau 0,5 persen.

Minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan harga tipis. WTI dibanderol dengan harga US$33,53 per barel atau mengalami peningkatan sebanyak 4 sen.

Pada perdagangan sepanjang minggu ini, harga minyak naik lagi dan sudah diperjual belikan dengan harga di atas US$30 per barel.

Faktor Harga Minyak Naik Lagi

Salah satu faktor yang membuat harga minyak meiningkat adalah adanya pelonggaran lockdown yang dilakukan di beberapa nehgara.

Selain itu, ada pula harapan akan ekonomi dunia membaik lagi setelah Corona yang membuat harga emas hitam ini terus mengalami peningkatan.

Baca Juga  Waduh, Perang Dagang China Australia Bisa Terjadi

Ada pula sentimen positif lain yang berasal dari data pasokan minyak mentah mingguan Amerika Serikat.

Persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan hingga 5 juta barel pada minggu lalu, menurut Administrasi Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat.

Penurunan ini berbanding terbalik dengan proyeksi yang sempat dilakukan oleh Reuters. Dalam proyeksi tersebut jumlah cadangan minyak akan mengalami peningkatan sebanyak 1,2 juta barel.

Dengan menurunnya jumlah cadangan minyak ini, pelaku pasar menjadi lebih tenang. Hal ini dikarenakan kekhawatiran akan oversupply sempat menjadi bayang-bayang yang menakutkan bagi pelaku pasar.

Salah satu faktor lain yang membuat harga minyak mengalami peningkatan adalah pemangkasan produksi yang dilakukan negara pengekspor minyak.

Pada awal April lalu, anggota OPEC+ sudah setuju untuk memangkas jumlah produksi minyak pada periode Mei-Juni. Jumlah produksi dipangkas hingga 9,7 juta barel per hari.

Akan tetapi, pasar masih ada kekhawatiran akan merosotnya perekonomian global. Hal ini juga masih menjadi sentimen negatif yang bisa menurunkan harga minyak.

Selain itu masih ada ketegangan antara AS-China dan Australia-China dan kemungkinan terjadinya wabah gelombang dua. Hal ini masih bisa membuat harga minyak kembali turun.

Baca Juga  Iuran BPJS Kesehatan Turun di Tengah Pandemi Covid-19
bisnis leasing ambrol

Efek Corona, Bisnis Leasing Ambrol

Cara Menghabiskan THR Lebaran Ala Pria

Cara Menghabiskan THR Lebaran Ala Pria