in

Takut Perang, Bursa Asia Terjun Bebas

bursa asia terjun bebas
Photo by AhmadArdity on Pixabay

Pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5), bursa Asia terjun bebas. Hampir semua bursa di kawasan Asia mengalami penurunan, dan Hong Kong terkena dampak paling besar.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Hong Kong Hang Seng mengalami penurunan yang cukup parah. Indeks Hang Seng mengalami penurunan hingga 3,66 persen.

Menurunnya nilai indeks Hong Kong ini dikarenakan China akan mengeluarkan undang-undang baru yang akan mempengaruhi keamanan di Hong Kong.

Isi aturan tersebut bisa saja membuat gelombang protes baru di Hong Kong bermunculan dan membuat Hong Kong menjadi tidak kondusif.

Peraturan baru membuat China lebih mudah untuk menindaklanjuti demonstran yang melakukan protes atas pemerintah China atau pemimpin China.

Alasan dibuatnya peraturan ini adalah untuk menangani demonstrasi yang terus terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

Undang-undang tersebut tidak disambut hangat dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat terjadinya perang dagang antara kedua negara raksasa tersebut.

Saham China juga terus mengalami penurunan. Shanghai Stock Exchange (SSE) harus terjatuh sebanyak 1,15 persen.

Baca Juga  Yen Diincar Pelaku Pasar di Perdagangan Kemarin

Faktor yang menyebaban penurunan ini adalah China tidak akan melakukan penentuan terhadap Produk Domestik Bruto mereka karena adanya penyebaran virus Corona.

Akan tetapi, saham negeri Matahari terbit mengalami peningkatan tipis. Indeks Nikkei 225 mengalami penguatan sebanyak 0,44 persen.

Naiknya harga barang tersebut karena adanya penurunan harga (deflasi) terhadap barang-barang konsumsi dengan penurunan sebanyak 0,2 persen.

Saham lain yang mengalami penguatan adalah indeks Korea Selatan, KOSPI. Indeks KOSPI mengalami penguatan sebanyak 0,79 persen.

Hal sebaliknya terjadi di Asia Tenggara. Bursa Asia Tenggara harus terjun bebas pada hari ini.

Hal ini dapat dilihat dari indeks saham Singapura, STI. STI Singapura harus mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebanyak 1,82 persen.

Di Indonesia sendiri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tutup. Hal ini dikarenakan adanya libur nasional menjelang Hari Raya idul Fitri.

kriteria pelonggaran psbb

Kriteria Pelonggaran PSBB yang Harus Diikuti

harga emas melambung

Harga Emas Melambung Akibat Ancaman Perang