in

Protokol New Normal, Pelaku Usaha Menyatakan Siap

protokol new normal
Photo by Mika Baumeister on Unsplash

Pelaku usaha di Indonesua menyatakan bahwa mereka siap untuk menjalankan protokol New Normal agar bisnis yang bisa kembali berjalan lagi.

Protokol tersebut sudah ditulis di Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha.

Penerapan Protokol New Normal

Dilansir dari CNNIndonesia, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan bahwa aktivitas bisnis siap dilakukan sesuai dengan protokol yang ada.

Banyak pelaku usaha di Indonesia yang sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk mempersiap Standar Operasional (SOP) baru.

SOP yang akan dipersiapkan ini selanjutnya akan diterapkan oleh masing-masing pelaku usaha dan disesuaikan dengan kebutuhan sektor usaha tersebut.

Shinta menyatakan bahwa mereka dan para pelaku usaha lain sudah siap untuk kembali melaksanakan aktivitas ekonomi se-normal mungkin. Akan tetapi, masih tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ada.

Shinta juga menambahkan bahwa SOP diperkirakan akan siap pada akhir Mei ini. Dengan itu, beberapa kegiatan usaha bisa kembali berjalan normal pada Juni ini.

Baca Juga  IHSG Membaik, Banyak Sentimen Positif

Menurut Shinta, banyak juga pengusaha yang tidak keberatan untuk melakukan pembatasan terhadap jumlah pelanggan yang diperbolehkan untuk berbelanja.

Jumlah pelanggan harus dibatasi agar social distancing masih tetap bisa dilakukan dan menghindari adanya penumpukan masyarakat.

Salah satu cara agar hal ini bisa dilakukan adalah dengan cara tidak semua pelanggan akan dilayani secara sekaligus.

Akan tetapi, Shinta menyatakan bahwa New Normal tidak bisa berlangsung lancar saat itu juga. Hal ini dikarenakan masyarakat butuh waktu untuk beradaptasi terhadap New Normal ini.

Shinta memproyeksikan bahwa perkiraan kedua belah pihak bisa menjalankan protokol tersebut dengan baik adalah sekitar 1-2 bulan.

Penerapan New Normal juga tidak bisa dilaksanakan secara serentak di Indonesia, mengingat masih banyak area yang baru saja menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Shinta menyatakan bahwa protokol New Normal ini masih perlu diawasi dan perlu diteliti bagaimana proses kedepannya.

bisnis online meroket

Bisnis Online Meroket di Tengah Badai Corona

protokol perdagangan new normal

Protokol Perdagangan New Normal Rilisan Menkes