in

Protokol Perdagangan New Normal Rilisan Menkes

protokol perdagangan new normal
Photo by Mika Baumeister on Unsplash

Menteri Kesehatan (Menkes) sudah merilis protokol perdagangan New Normal pada hari Rabu (20/5). Hal ini dilakukan agar ekonomi Indonesia bisa kembali pulih.

Protokol tersebut sudah diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha.

Pengertian Protokol Perdagangan New Normal Menkes

Dikutip dari Surat Edaran tersebut, Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan akan protokol perdagangan yang harus diikuti oleh pemilik usaha di Indonesia.

Protokol ini harus diikuti oleh pedagang jasa dan barang yang ada di Indonesia selama masa New Normal ini berlaku.

Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan cara membatasi jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk berbelanja pada saat bersamaan.

Terawan juga menyatakan bahwa jumlah pelaku usaha yang diperbolehkan membuka usahanya juga harus dibatasi selama masa New Normal.

Hal tersebut dilakukan agar kerumunan massa bisa dihindari dan jumlah penyebaran virus Corona diharapkan bisa berkurang.

Baca Juga  Waduh, Emiten Saham Hanya Kuat Sampai Juni

Salah satu cara untuk membatasi jumlah pengunjung adalah dengan cara sistem mengantre untuk masuk pusat perbelanjaan.

Dalam sistem tersebut, pelanggan harus mengantre di pintu masuk pusat perbelanjaan dengan jarak masing-masing satu meter.

Pemilik usaha juga bisa menandai lantai yang ada di pusat perbelanjaan tersebut agar batas antar pelanggan masih bisa terjaga.

Sistem take away dan sitem belanja online juga diusahakan diterapkan agar tidak terjadi kerumunan di dalam pusat perbelanjaan.

Jam layanan juga harus disesuaikan dengan aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat.

Dilansir dari CNNIndonesia, Terawan juga menyatakan bahwa kontak antara pelanggan dan pembeli sebisa mungkin diminimalisir.

Caranya antara lain adalah menggunakan flexy glass di tiap counter atau mengusahakan melakukan pembayaran secara non-tunai.

Protokol kesehatan seperti melakukan disinfektan secara berlaka juga harus dilakukan oleh pelaku usaha. Masker juga wajib dikenakan oleh penjual maupun pelanggan.

Sebisa mungkin jumlah tempat untuk cuci tangan juga harus dipersiapkan dengan baik oleh pemilik usaha.

protokol new normal

Protokol New Normal, Pelaku Usaha Menyatakan Siap

Pasar Obligasi RI

Yes, Pasar Obligasi RI Dimasuki Asing Lagi!