in

Yes, Pasar Obligasi RI Dimasuki Asing Lagi!

Pasar Obligasi RI
Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Pada perdagangan Selasa (26/5), Pasar Obligasi RI kembali dimasuki oleh asing. Hal ini akan menyebabkan daya atraktif obligasi yang ada di Indonesia.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Maximilianus Nico Demus menyatakan bahwa sentimen positif yang ada dalah masuknya asing ke pasar obligasi,

Nico menyatakan bahwa pasar cukup senang dengan hal itu, walaupun jumlah yang masuk dibilang masih sedikit.

Peningkatan Pasar Obligasi RI

Lebih kenaikan pasar obligasi ini terjadi pada hari-hari sebelum libur Lebaran. Bekal sentimen positif ini dinilai cukup untuk membuat pasar kembali terus mengalami peningkatan.

Menurut data yang dirilis oleh Nico, jumlah investor asing yang ada di perdagangan obligasi ini mencapai 30,4 persen per 20 Mei 2020.

Jumlah tersebut sudah mengalami peningkatan tipis sebesar 0,1 persen dari periode 18 Mei 2020.

Akan tetapi, jumlah pemegang obligasi lokal justru mengalami penurunan sebanyak 0,1 persen di periode yang sama.

Nico juga menyatakan bahwa proyeksi penguatan lanjutan juga didukung oleh analisa teknikal. Hal ini dikarenakan beberapa obligasi sudah melewati batas resistennya.

Baca Juga  Perbedaan Obligasi Negara dan Korporasi dan Cara Memilihnya

Jika suatu obligasi sudah melewati batas resistennya, potensi obligasi untuk terus melanjutkan penguatannya akan makin besar. Lebih lagi roda ekonomi RI diperkirakan akan kembali berputar lagi.

Pasar obligasi juga diperkirakan akan dibuka dalam keadaan menguat pagi ini. Akan tetapi, penguatannya dinilai masih penguatan terbatas.

Akan tetapi investor tetap harus berhati-hati karena risiko terjadinya pelemahan masih terus membayangi pasar obligasi RI.

Salah satu sentimen negatif yang terjadi di pasar global adalah makin tidak akurnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Trump menyatakan bahwa China adalah negara yang bergerak di balik layar dalam menciptakan propaganda terhadap AS dan Eropa.

Bank Sentral AS The Fed menyatakan bahwa virus Corona adalah ancaman paling besar terhadap perkembangan ekonomi AS.

Hal ini membuat perkiraan akan kembali membaiknya ekonomi negeri Paman Sam ini menjadi makain lama.

Lebih lagi ketua The Fed juga menyatakan bahwa virus ini akan memberikan luka yang dalam dan permanen bagi ekonomi Amerika.

Baca Juga  Harga Minyak Merosot Akibat Kasus Corona Naik
protokol perdagangan new normal

Protokol Perdagangan New Normal Rilisan Menkes

ihsg kembali melesat

IHSG Kembali Melesat di Perdagangan Hari Ini