in

Wall Street Bangkit, Efek New Normal dan Vaksin

wall street bangkit
Photo by Chris Li on Unsplash

Bursa saham Wall Street bangkit kembali pada penutupan perdagangan dini hari tadi. Sebelumnya, Wall Street sempat libur pada hari Senin untuk memperingati Hari Veteran.

Dilansir dari CNBCIndonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup dalam keadaan menguat sebanyak 2,2 persen. Nilai DJIA juga sudah mendekati nilai psikologis 25.000.

S&P 500 juga berhasil ditutup dalam keadaan menguat dengan penguatan sebesar 1,1 persen. Nilai S&P 500 juga sudah berhasil menembus level psikologis 3.000.

Kenaikan paling tipis dirasakan oleh Nasdaq Composite dengan peningkatan sebesar 0,2 persen. Nasdaq Composite berhasil duduk manis di posisi 9.340,22.

Salah satu faktor yang membuat Wall Street bangkit adalah harapan akan adanya vaksin terhadap virus Corona.

Selain itu, ekspektasi akan terjadinya New Normal dalam waktu dekat dan kembalinya perputaran roda ekonomi juga memberikan sentimen positif bagi pasar.

Pada Senin lalu, Novavax, perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS), berhasil mengembangkan vaksin virus Corona. Uji klinis vaksin ini akan dilakukan di Australia.

Baca Juga  Transaksi Besar oleh Sinarmas Sekuritas Ditemukan di Saham GGRM

Novavax menyatakan bahwa virus yang dibuat oleh mereka berhasil memberikan kemajuan yang cukup pesat.

Menaiknya harga saham Wall Street ini juga bertepatan dengan dibukanya gedung bursa New York secara sebagian.

Sebelumnya, gedung bursa saham New York sempat harus ditutup karena banyaknya pekerja di gedung tersebut yang terinfeksi virus Corona.

Gedung bursa New York sempat ditutup pada tanggal 23 Maret lalu. Penutupan ini adalah penutupan terlama dalam sejarah AS.

Hal ini membuat perdagangan bursa saham sudah dilakukan secara elektronik dalam dua bulan terakhir ini.

Dalam pembukaan gedung sebagian tersebut, ada sekitar 80 broker yang kembali bergerak di bursa.

Jumlah tersebut adalah sekitar 25 persen dari total broker yang ada sebelum terjadinya pandemi COVID-19.

Broker yang kembali bekerja di gedung bursa New York harus mengikuti segala protokol kesehatan yang berlaku, salah satunya adalah pengecekan suhu tubuh.

Dengan dibukanya gedung bursa New York, banyak investor yang kembali bersemangat untuk melakukan investasi di pasar.

Baca Juga  Optimis Corona Mereda, Bursa Global Kembali Hijau
reksa dana sinarmas

7 Reksa Dana Sinarmas Dibekukan Sementara

beli rumah saat corona

Beli Rumah Saat Corona Dinilai Lebih Mudah