in

Laba BCA Tumbuh 8,6 Persen di Kuartal I 2020

laba bca tumbuh
Gambar oleh VectroStudio

Laba PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil tumbuh sebanyak 8,6 persen pada kuartal I tahun 2020. Akan tetapi pertumbuhan ini dinilai lebih kecil daripada periode sama tahun lalu.

Pada kuartal I 2019 yang lalu, laba BCA berhasil tumbuh sebanyak 10,1 persen.

Faktor Laba BCA Tumbuh

Dilansir dari CNNIndonesia, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba BCA.

Faktor penyebab pertumbuhan laba antara lain adalah penyaluran kredit yang mengalami peningkatan sebanyak 12,3 persen.

Jumlah penyaluran kredit yang terjadi selama kuartal I 2020 sudah mencapai nilai Rp612,2 triliun.

Penyaluran kredit ini mengalami peningkatan karena adanya kenaikan kredit korporasi yang mencapai Rp260,4 triliun.

Nilai tersebut sudah mengalami kenaikan sebanyak 25,4 persen selama kuartal I 2020.

Jahja juga menyatakan bahwa kredit komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga mengalami peningkatan.

Kredit komersil dan UKM mengalami peningkatan sebanyak 5 persen dengan total nilai sebesar Rp191,2 triliun.

Kredit konsumer moderat juga mengalami peningkatan sebanyak 3 persen dengan total nilai Rp154,9 triliun.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 23 April 2020

Jahja menyatakan bahwa rincian kredit konsumer berasal dari KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang mengalami pertumbuhan sebanyak 7 persen.

Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mengalami penurunan nilai sebanyak 2,1 persen dengan nilai total Rp47,2 triliun.

Hal yang sama juga terjadi di bagian outstanding kartu kredit yang mengalami penurunan sebanyak 3,7 persen dengan total nilai Rp12,4 triliun.

Jahja mengatakan bahwa posisi pemodalan BCA ada di posisi solid dengan tingkat likuiditas yang baik.

Selama kuartal I 2020 ini, pertumbuhan kredit positif banyak ditopang oleh kredit korporasi.

Pembiayaan syariah BCA juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebanyak 19,8 persen dengan total nilai Rp5,7 triliun.

Kegiatan Usaha Berbasis Lingkungan juga mengalami peningkatan yang cukup tajam. Peningkatan yang terjadi adalah 17 persen dengan total nilai Rp118,6 triliun.

Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit yang bermasalah berhasil dijaga oleh BCA pada level 1,6 persen di Maret 2020.

BCA juga melakukan restrukturisasi kredit untuk para debitur yang terkena efek virus COVID-19.

Baca Juga  Imbas Rupiah Melemah, Stok Produk Impor Menurun

Hingga pertengahan Mei 2020, BCA sudah melakukan restrukturisasi kredit dengan total nilai Rp65 triliun hingga Rp82,6 triliun.

Jumlah tersebut sudah mencakup 10 persen dari total deitur dari seluruh segmen yang terdaftar di BCA.

Perusahaan Bayar THR Lebaran Lebih Rendah, Bolehkah?

Inilah Jenis Investasi untuk Wanita Karier

ihsg membaik

IHSG Membaik, Banyak Sentimen Positif