in

Wall Street Menguat, Efek New Normal

Wall Street menguat
Photo by Roberto Júnior on Unsplash

Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, menguat lagi pada penutupan perdagangan dini hari tadi. Wall Street sudah menguat selama dua hari berturut-turut.

Sejak Hari Veteran (Memorial Day) pada Senin (25/5) yang lalu, bursa Wall Street terus mengalami penguatan.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi, Indeks Dow Jones Industrial Averages (DJIA) berhasil mengalami penguatan sebanyak 2,1 persen, seperti dilansir dari CNBCIndonesia.

DJIA berhasil mengalami penguatan sebanyak 511 poin dan berhasil menembus level psikologisnya di atas titik 25.000.

DJIA baru berhasil menembus level psikologisnya setelah ada di posisi bawah sejak Maret lalu.

Hal yang sama juga dirasakan oleh S&P 500. S&P 500 berhasil ditutup dengan penguatan sebanyak 1,4 persen.

S&P 500 juga berhasil menembus level psikologis di titik 3.000 untuk pertama kalinya sejak Maret yang lalu.

Senada, Nasdaq Composote juga berhasil mengalami penguatan sebanyak 0,8 persen. Saat ini, Nasdaq Composite berhasil duduk manis di level 9.413.

Saham yang banyak mengalami penguatan adalah saham bank dan saham retail. Di sisi lain, saham teknologi harus mengalami depresiasi setelah mengalami penguatan saat terjadinya lockdown di AS.

Baca Juga  Dari 8 BUMN, PLN Dapat Suntikan Dana Terbesar di 2020

Saham emiten perbankan mengalami penguatan setelah adanya proyeksi bahwa roda ekonomi AS akan berputar kembali.

Hal tersebut dapat dilihat dari saham JPMorgan Chase yang mengalami penguatan sebanyak 4,3 persen dan Citigroup yang berhasil meroket sebanyak 6,1 persen.

Saham teknologi yang harus mengalami depresiasi pada perdagangan dini hari tadi salah satunya adalah Zoom.

Saham Zoom harus mengalami penurunan sebanyak 1,5 persen setelah terus menguat selama masa lockdown.

Saham teknologi lain yang mengalami depresiasi adalah Shopify dengan penurunan sebanyak 2,5 persen, Amazon sebanyak 0,6 persen, dan Teladoc Health sebanyak 1,3 persen.

Salah satu faktor yang membuat pasar saham negeri Paman Sam terus mengalami penguatan adalah kabar baik akan vaksin virus Corona.

Dengan adanya kabar baik tersebut, 50 negara bagian AS sudah mengangkat kebijakan lockdownnya dan kegiatan ekonomi sudah dilakukan secara perlahan-lahan.

 

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 28 Mei 2020

tingkat pengangguran meningkat

Tingkat Pengangguran Meningkat Selama Pandemi