in

Tingkat Pengangguran Meningkat Selama Pandemi

tingkat pengangguran meningkat
Photo by Marten Bjork on Unsplash

Tingkat pengangguran di Indonesia terus meningkat selama pandemi Corona. Jumlah pengangguran di Indonesia bisa saja bertambah sampai 5,23 juta orang.

Tingkat Pengangguran Meningkat

Dilansir dari CNBCIndonesia, Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kemenaker John Daniel Saragih mengatakan bahwa penambahan angka tersebut dinilai cukup besar.

Menurut John, salah satu faktor yang menyebabkan tingkat pengangguran meningkat adalah tingginya jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama pandemi.

Pekerja formal yang harus dirumahkan sementara selama masa pandemi ada sebanyak 1.046.306 pekerja.

Pekerja normal yang harus di-PHK selama masa pandemi COVID-19 sudah mencapai 378.096 orang.

Pekerja informalpun juga merasakan hal yang sama. Tercatat, sudah ada sekitar 318 ribu pekerja informal yang harus di-PHK.

Angka tersebut adalah angka yang sudah di data saja. Jumlahnya bisa terus meningkat jika masih ada data yang belum dilaporkan.

Potensi jumlah karyawan yang tidak dilaporkan kjika dirumahkan dan di-PHK ada sekitar 1 juta-an karyawan.

DKI Jakarta adalah provinsi dengan tingkat PHK dan dirumahkan yang terbesar. Di DKI Jakarta ada 318.338 pekerja yang di-PHK dan dirumahkan.

Baca Juga  Tingkat Pengangguran Meningkat Menghantui RI

Menurut John, provinsi lain yang memiliki tingkat PHK dan dirumahkan yang besar setelah DKI Jakarta adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, dan Jawa Timur.

John menambahkan, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga terkena dampak dari virus Corona ini. Sektor tekstil dan pakaian juga terkena dampak pandemi COVID-19.

Akan tetapi, sektor yang terkena dampak paling besar adalah sektor pariwisata dan usaha turunannya.

Hal ini sejalan dengan skenario yang sempat dibicarakan oleh Menteri Keuangan beberapa waktu yang lalu.

Dalam Skenario Berat, pertumbuhan eknomi Indonesia diperkiran masih bisa tumbuh sebanyak 2,3 persen dengan penambahan orang miskin sebanyak 1,16 juta orang.

Dalam skenario berat jumlah pengangguran juga akan mengalami peningkatan hingga sebanyak 2,92 juta orang.

Akan tetapi jika Skenario Sangat Berat terjadi, ekonomi Indonesia diproyeksikan akan tumbuh negatif hingga di titik 0,4 persen.

Dalam skenario tersebut, jumlah orang miskin akan mengalami peningkatan hingga sebanyak 3,78 juta orang.

Selain itu, jumlah pengangguran akan diproyeksikan terus tumbuh hingga 5,23 juta orang.

Baca Juga  Pengangguran Setelah Sarjana? Mungkin Ini Sebabnya! (Part 2)
Wall Street menguat

Wall Street Menguat, Efek New Normal

kurs yuan turun

Kurs Yuan Turun, Efek Akan Perang?