in

Kurs Yuan Turun, Efek Akan Perang?

kurs yuan turun
Gambar oleh moerschy dari Pixabay

Kurs yuan turun melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (27/5) kemarin. Hal ini terjadi karena semakin memburuknya hubungan AS-China.

Kurs yuan turun sebanyak 0,48 persen di hadapan dolar AS dengan nilai sebesar 7,1681 per dolar AS.

Nilai tersebut adalah nilai terkecil yuan di hadapan dolar AS sejak 8 bulan belakangan ini.

Kurs yuan juga mengalami pelemahan di hadapan rupiah. Yuan harus rela mengalami pelemahan sebanyak 0,9 persen dengan nilai sebesar 2.045,68 per yuan China.

Sedangkan pada perdagangan hari ini, Kamis (28/5) kurs yuan berhasil memberikan perlawanan di hadapan dolar AS, seperti dilansir dari CNBCIndonesia.

Yuan berhasil mengalami penguatan sebanyak 0,06 persen dan memiliki nilai sebesar 7,164 per dolar AS.

Pun dihadapan rupiah, yuan berhasil mengalami penguatan di perdagangan hari ini.

Yuan berhasil menguat sebanyak 0,53 persen di hadapan rupiah dengan nilai Rp2.056,67 per yuan China pada pukul 9.27 WIB tadi.

Faktor Kurs Yuan Turun

Hubungan antara AS dan China memang sedang tidak baik beberapa tahun terakhir ini.

Baca Juga  Ritel Hanya Tumbuh 3 Persen, Proyeksi Pengusaha

Pada awal tahun 2020 lalu, hubungan AS dan China sempat membaik. Namun, hal itu berubah ketika virus Corona menyerang.

Lebih lagi Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa virus Corona adalah virus buatan negeri Tirai Bambu tersebut.

Trump juga meminta China untuk bertanggung jawab dan memberikan kompensasi karena virus Corona telah membuat ekonomi AS terpuruk.

Akibat hal tersebut, hubungan AS-dan China menjadi jauh lebih buruk lagi dan memicu terjadinya perang dagang antara kedua negara raksasa tersebut.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk terjadinya perang militer antara kedua negara tersebut.

Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kehadiran militer AS di Laut China Selatan dalam beberapa minggu belakangan ini.

Di Laut Cina Selatan sudah banyak kapal perang Angkatan Laut AS dan Pesawat B-1 milik Angkatan Udara AS terus melakukan patroli.

Di sisi lain, China terus meningkatkan anggaran militer miliknya pada tahun 2020 ini. Anggaran militer China sudah mencapai 6,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 13 Mei 2020

Presiden China menyatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menjaga kedaulatan nasional China.

Selain itu dengan meningkatnya kekuatan militer, keamanan dan kepentingan pembangunan China juga makin terjaga.

tingkat pengangguran meningkat

Tingkat Pengangguran Meningkat Selama Pandemi

tesla

Tesla Berikan Diskon 6 Persen untuk Tarik Pembeli