in

Tesla Berikan Diskon 6 Persen untuk Tarik Pembeli

tesla

Tesla menurunkan harga jual dengan memberikan diskon kepada pembeli sebesar 6 persen. Diskon ini diterapkan di pasar Amerika Utara.

Pabrik-Pabrik di Amerika serikat juga akan kembali dibuka kembali pada Juni depan.

Laman penjualan Tesla menuliskan bahwa sedan Model S dijual 74.990 dolar AS, turun dari 79.990 dolar AS. SUV Model X menjadi 79.990 dolar AS, dari 84.990 dolar AS, dan sedan Model 3 menjadi di 37.990 dolar AS.

Meskipun harga jual dipangkas 6 persen, Tesla menyatakan bahwa layanan layanan pengisian cepat “Supercharger” yang awalnya diberikan cuma-cuma, kini tidak gratis lagi alias akan dikenakan biaya.

“J.D. Power menunjukkan bahwa, penjualan ritel di AS kemungkinan berkurang setengahnya pada bulan April dari tahun sebelumnya. Namun, penjualan di bulan Mei kemungkinan akan membaik karena permintaan yang terpendam dan insentif yang ditawarkan sebagian besar pembuat mobil,” kata perusahaan analisis yang dikutip dari Reuters, Kamis (28/05/20).

Penjualan Tesla juara 1

Pembuat mobil listrik Asal Amerika Serikat, Tesla Motors Inc meraih posisi teratas dengan penjualan 88.400 unit, atau 29 persen dari pasar global.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 08 April 2020

Peringkat ini mengalahkan Produsen Otomotif Korea, Hyundai dan Kia, Renault-Nissan dan Volkswagen Group.

Menurut data dari Asosiasi Produsen Otomotif Korea, dikutip dari Antara, Hyundai dan Kia telah menjual sekitar 24.116 mobil listrik secara gabungan pada periode Januari-Maret, terhitung 8 persen dari pasar global.

Renault-Nissan berikutnya dengan 39.355 unit (13 persen), diikuti Volkswagen Group dengan 33.846 unit (11 persen). BYD Auto China berada di posisi kelima dengan 18.834 unit (6 persen).

Tesla adalah penjual top di Korea Selatan dengan 4.070 unit pada kuartal pertama, mengambil 46 persen dari pasar lokal. Penjualan Hyundai, Kia dan pembuat lokal lainnya turun 34 persen menjadi 3.945 unit.

Covid-19 pengaruhi transisi mobil listrik

COVID-19 menghantam seluruh lini industri, tak terkecuali bisnis otomotif yang turun hingga 79 persen di China, dan penyusutan drastis di pasar Eropa, misalnya Inggris, Italia, dan Spanyol.

Namun ada setitik optimisme pada industri otomotif di balik pandemik virus corona, yakni keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi demi meminimalisir kontak dengan orang lain, salah satunya adalah mobil listrik, menurut ekonom ING, Joanna Konings.

Baca Juga  Rupiah, Saham, Obligasi Menguat Efek Morgan Stanley
kurs yuan turun

Kurs Yuan Turun, Efek Akan Perang?

7 Investor Wanita Tersukses yang Menginspirasi

7 Investor Wanita Sukses yang Menginspirasi