in

Likuiditas Perbankan Ditambah Oleh BI

likuiditas perbankan rupiah kembali restrukturisasi kredit landai
Gambar oleh EmAji dari Pixabay

Bank Indonesia (BI) kembali memberikan tambahan likuiditas untuk perbankan. Jumlah yang diberikan adalah sebanyak Rp167,7 triliun.

Tambahan dana tersebut diberikan melalui pelonggaran moneter dengan cara menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM). GWM diturunkan dengan nilai sekitar Rp102 triliun.

Dilansir dari CNNIndonesia, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa BI juga tidak memberikan kewajiban tambahan giro bagi perbankan yang belum memenuhi syarat.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan syarat rasio intermediasi makroprudensial (RIM) tidak memenuhi nilai Rp15,8 triliun.

Selain itu syarat lain yang harus dipenuhi adalah term repo perbankan dan FX Swap tidak memenuhi nilai Rp4,9 triliun.

Dilonggarkannya likuiditas tersebut akan dilakukan oleh bank sentral untuk mendukung langkah stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Selain itu, pelonggaran likuiditas perbankan ini juga mendukung strategi restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perry menyatakan bahwa pelonggaran likuiditas tersebut dilakukan agar pemulihan ekonomi Indonesia bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Hal tersebut dilakukan bersama dengan adanya stimulus fiskal pemerintah Indonesia dan kebijakan yang dilakukan OJK.

Baca Juga  Pertumbuhan Bisnis Syariah Hanya 1,25 Persen

BI sudah melakukan pelonggaran moneter sejak Januari 2020 dengan cara quantitative easing (instrumen kuantitatif).

Sejak Januari hingga April 2020 ini, BI sudah melakukan injeksi keuangan melaui quantitative easing dengan nilai Rp415,8 triliun.

Langkah-langkah yang dilakukan BI untuk meningkatkan likuiditas antara lain adalah pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

SBN dijual di pasar sekunder untuk asing dengan nilai sebesar Rp166,2 triliun.

langkah lain yang dilakukan BI adalah pembelian term repo perbankan dengan nilai Rp160 triliun, FX Swap dengan nilai Rp36,6 triliun, dan melakukan penurunan GWM Rupiah pada bulan Januari dan April dengan nilai Rp53 triliun.

 

Tidak Memandang Gender, Wanita pun Berhak Berinvestasi

Tidak Memandang Gender, Wanita pun Berhak Berinvestasi

airasia rumahkan karyawan

AirAsia Rumahkan Karyawan Selama Pandemi