in

Rupiah Kembali Menguat, Optimisme New Normal

rupiah kembali menguat diproyeksikan melemah tekor
Gambar oleh 5851928 dari Pixabay

Pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (29/5), rupiah kembali menguat setelah melemah di perdagangan kemarin, Kamis (28/5).

Dilansir dari CNBCIndonesia, kembali menguatnya rupiah tidak hanya terjadi di perdagangan pasar spot saja. Hal tersebut juga terjadi di kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Pada perdagangan hari ini, kurs tengah BI atau yang sering disebut sebagai kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatatkan rupiah ada di posisi Rp14.733 per dolar AS.

Nilai rupiah berhasil mengalamin peningkatan sebanyak 0,24 persen daripada posisi di perdagangan kemarin.

Hal yang senada juga ada di perdagangan pasar spot. Per pukul 10.00 WIB tadi, rupiah berhasil mengalami penguatan sebanyak 0,14 persen dan US$1 sama dengan Rp14.655.

Di saat pembukaan pasar tadi pagi, rupiah sempat tergelincir sebanyak 031 persen. Akan tetapi, rupiah berhasil membalikkan keadaan seiring berjalannya waktu.

Selain rupiah, masih banyak mata uang Asia lainnya yang berhasil mengalami penguatan melawan dolar AS. Mata uang yang harus melemah di hadapan dolar hanyalah peso Filipina, yuan China, dan rupee India.

Baca Juga  2 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Nilai Rupiah Hari ini

Faktor Rupiah Kembali Menguat

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penguatan ini antara lain adalah optimisme bahwa pandemi Corona akan segera mereda.

Lebih lagi sudah banyak aktivitas publik yang bisa dijalankan kembali di berbagai belaha dunia.

Bahkan beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang dan Vietnam sudah mulai melonggarkan aksi social distancing di negara tersebut.

Walaupun sudah ada pelonggaran social distancing, bukan berarti aktivitas sudah bisa berjalan seperti dulu lagi.

Dengan masih belum adanya vaksin dari virus COVID-19, masyarakat dunia harus hidup sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Protokol kesehatan yang harus diikuti antara lain adalah pengukuran suhu tubuh di tempat umum, melakukan jaga jarak antar individu, penggunaan masker, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan protokol tersebut, masyarakat akan mulai hidup dengan cara the New Normal.

Walaupun dinilai merepotkan, melakukan protokol ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.

Selain itu, jika hal ini dilakukan dengan baik, asa akan membaiknya ekonomi dunia pada kuartal II juga akan makin besar.

Baca Juga  Sri Mulyani Tidak Ingin Nilai Rupiah Terlalu Kuat. Mengapa?
investasi dan p2p lending ilegal

Investasi dan P2P Lending Ilegal, Laporkan Saja!

Inilah Jenis Investasi untuk Pelajar dan Mahasiswa

Inilah Jenis Investasi untuk Pelajar dan Mahasiswa