in

Harga Kebutuhan Industri Diturunkan, Minta Pengusaha

harga kebutuhan industri diturunkan
Photo by ekoherwantoro on Unsplash

Efek dari virus Corona, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta agar harga kebutuhan industri diturunkan oleh pemerintah Indonesia.

Kebutuhan industri tersebut antara lain adalah bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan gas.

Pasalnya harga kebutuhan industri tersebut terlalu tinggi dan membuat dunia usaha menjadi kalang kabut di tengah pandemi COVID-19 ini.

Pengusaha Minta Harga Kebutuhan Industri Diturunkan

Dilansir dari CNNIndonesia, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa virus Corona ini membuat daya saing industri nasional menjadi menurun.

Hal tersebut terjadi karena rendahnya permintaan barang baik dari dalam maupun luar negeri.

hariyadi menyatakan bahwa tingginya harga BBM di Indonesia adalah salah satu faktor yang membuat daya saing industri nasional menjadi turun.

Hal yang sama juga terjadi dengan harga minyak global yang terus mengalami penurunan hingga di bawah US$20 per barel di saat pandemi COVID-19.

Hariyadi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia harus memastikan keberlangsungan industri domestik agar ekonomi Indonesia tidak semakin layu.

Jika sektor industri Indonesia makin terpuruk, kondisi ekonomi Indonesia akan terus berjalan ke arah negatif.

Baca Juga  Memanfaatkan Penundaan Kredit, Begini Caranya

Oleh karena itu, penurunan harga BBM harus dilakukan agar dunia industri bisa bertahan di tengah pandemi Corona.

Selain harga BBM, Hariyadi juga mengeluhkan akan tarif premium listrik yang diberikan tanpa adanya kompensasi bagi dunia usaha.

Padahal, dunia usaha Indonesia belum beroperasi hingga 100 persen pada saat ini karena adanya pandemi Corona.

Hal ini membuat Apindo mengusulkan untuk menghapus biaya rekening minimum pemakaian listrik 40 jam menyala.

Hal ini juga berlaku untuk pelanggan dari sektor industri premium yang terus menyala selama 235 jam selama pandemi ini.

Apindo juga meminta agar pemerintah menghapuskan mekanisme tagihan minimum gas yang dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Jika meanisme tagihan minimum gas tersebut dihapiskan, beban biaya industri yang diterima oleh sektor industri juga akan makin kecil.

Selain itu pelaku industri juga akan mendapatkan fleksibilitas untuk membayar sesuai dengan konsumsi gas yang dilakukan oleh manufaktur.

Usulan lain yang diberikan adalah penundaan pembayaran 50 persen tagihan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga akhir 2020.

Baca Juga  Status Siaga Darurat! Asap Memperburuk Perekonomian Rakyat

Penundaan ini diberikan dengan jaminan cicilan dalam bentuk giro mundur dengan jangka waktu 12 bulan dan tidak adanya denda terlambat membayar.

bank mandiri adaptasi reksa dana

Bank Mandiri Adaptasi Menuju New Normal

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 1 Juni 2020