in

Harga Emas Melonjak Selama Mei, Bagaimana Juni?

Harga Emas melonjak rekor
Photo by hamiltonleen on Pixabay

Pada perdagangan hari ini, Senin (1/6) harga emas kembali melonjak. Salah satu faktornya adalah pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi.

Dilansir dari CNBCIndonesia, pada pukul 07.47 WIB tadi harga emas berhasil mengalami kenaikan hingga 0,53 persen. Saat ini emas dibanderol dengan harga US$1.735,5 per troy ons.

Pada sepanjang bulan Mei lalu, harga emas terus melonjak. Harga emas terus naik hingga sebanyak 2,75 persen point per point.

Faktor Harga Emas Melonjak

Salah satu faktor yang menyebabkan naiknya harga emas adalah menurunnya nilai dolar AS.

Dolar AS terus mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Per pukul 07.52 WIB tadi Dollar Index harus tergelincir nilainya sebanyak 0,18 persen.

Dolar AS sangat mempengaruhi pergerakan harga emas global. Pada saat nilai dolar AS menurun, harga emas akan mengalami peningkatan.

Hal ini dikarenakan emas adalah salah satu aset yang dihargai dalam dolar AS. Dimana ketika dolar AS melemah, harga emas bagi investor dengan mata uang lain juga ikut menjadi murah.

Baca Juga  Kasus Corona Naik, Harga Emas Global Naik

Hal ini menyebabkan permintaan akan emas menjadi terus meningkat dan membuat garha emas meroket.

Menurunnya harga dolar AS ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah harapan akan membaiknya kondisi ekonomi AS setelah diterjang oleh badai COVID-19.

Dengan semakin kecil tingkat penyebaran virus Corona di dunia, banyak negara yang mulai melonggarkan social distancing (pembatasan sosial).

Salah satu negara yang baru saja melinggarkan social distancingnya adalah Australia.

Dilansir dari data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien di Australia mencapai 7.185 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 12 orang daripada hari sebelumnya.

Walaupun masih ada tambahan kasus, jumlah persentase penambahan kasus Corona di Australia sudah ada di bawah 1 persen.

Bahkan di negara bagian New South Wales, beberapa kafe sudah mulai dibuka kembali dengan kapasitas maksimal 50 kursi.

Upacara pemakaman juga sudah bisa dilakukan dengan jumlah maksimal peziarah adalah 20 orang.

Negara bagian Sydney juga sudah mulai membuka berbagai fasilitas umum seperti kebun binatang, museum seni, dan perpustakaan.

Baca Juga  Emas Antam Kembali Melesat, Efek Demonstrasi AS

Dengan adanya hal tersebut, harapan akan membaiknya kondisi ekonomi di era New Normal juga meningkat.

Hal ini juga membuat dolar AS menjadi melemah karena banyaknya investor yang sudah tidak memilih untuk memegang uang cash dan muali berinvestasi.

Efek dari melemahnya dolar AS ini tak lain adalah meningkatnya harga emas global.

hotel dan restoran beroperasi

Hotel dan Restoran Beroperasi Wajib Ikuti Protokol

Perbedaan Investasi Jangka Pendek dengan Jangka Panjang

Perbedaan Investasi Jangka Pendek dengan Jangka Panjang