in

Efek Demonstrasi AS terhadap Pasar Modal

efek demonstrasi AS
Photo by Alex Radelich on Unsplash

Beberapa hari belakangan ini, terjadi demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat (AS). Akan tetapi efek demonstrasi AS ini tidak berpengaruh besar di pasar modal.

Aksi demonstrasi besar-besaran ini dumulai setelah tewasnya George Floyd di tangan kepolisian AS.

Anarkisme bahkan terjadi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan di berbagai wilayah AS ini.

Hal ini menyebabkan presiden AS Donald Trump memberikan ancaman untuk menurunkan pasukan militer di wilayah demonstrasi.

Efek Demonstrasi AS di Pasar

Walaupun aksi demonstrasi terhadap kasus rasisme terus berlanjut, pelaku pasar terlihat tidak terpengaruh apa-apa.

Pelaku pasar lebih terlihat fokus terhadap berbagai sentimen positif yang menguatkan nilai pasar di masa pandemi Corona ini.

Hal ini dapat dilihat dari menguatnya perdagangan saham di bursa Wall Street.

New York Stock Exchange dan bursa Nasdaq masih terus mengalami kenaikan di tengah aksi unjuk rasa yang terjadi.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Selasa (2/6) waktu AS kemarin, indeks Dow Jones Industrial Averages (DJIA) berhasil mengalami peningkatan sebanyak 0,3 persen.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 3 Juni 2020

Hal yang sama juga terjadi kepada indeks S&P 500 yang berhasil mengalami penguatan sebanyak 0,1 persen lebih.

Bursa yang melemah hanyalah bursa Nasdaq Composite yang mengalami penurunan tipis sebanyak 0,1 persen.

Hingga pada saat penutupan saham Wall Street pada dini hari tadi, DJIA berhasil mengalami penguatan hingga sebesa 1,05 persen dan bertengger di posisi 25.742,65.

Indeks S&P 500 juga terus melambung hingga di titik 3.080,82 atau sebanyak 0,82 persen.

Nasdaq Composite berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat sebesar 0,59 persen dan bertengger di posisi 9.608,38

Kepala Strategi Politik Global di Avonhurst Tina Fordham menyatakan bahwa investor di negeri Paman Sam cenderung tidak mengindahkan demonstrasi ini.

Investor AS berharap demonstrasi ini tidak memberikan gejolak yang berarti dan mengharapkan semoga tidak terjadi konfrontasi.

Fordham juga mengatakan bahwa investor optimis bahwa aksi unjuk rasa ini akan segera reda karena AS adalah negara hukum.

Penyiar CNBC Jim Cramer menyatakan alasan mengapa aksi unjuk rasa tidak memberikan efek yang signifikan terhadap pasar modal.

Baca Juga  Dolar Singapura Makin Menguat Melawan Rupiah

Cramer menyatakan bahwa pasar pada akhirnya tidak memiliki hati nurani. Tujuan utama investor adalah mencari keuntungan sehingga mereka banyak mengalokasikan dananya di emiten rumah tangga.

 

saham asing nikkei kospi

Indeks Nikkei dan Kospi Melambung, Ada Apa?

Lelang Surat Utang Negara

Lelang Surat Utang Negara, Pasar Cetak Rekor