in

15 Juni Mal Di Jakarta Mulai Dibuka

mal jakarta dibuka
Photo by Victor Xok on Unsplash

Pada tanggal 15 Juni nanti, berbagai mal di Jakarta akan mulai dibuka sesuai dengan izin yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Akan tetapi, jika mal atau pusat perbelanjaan tersebut masih berada di zona merah, mal tersebut masih tidak boleh dibuka.

Keputusan yang dilakukan oleh Anies Baswedan ini disebut juga dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

PSBB transisi adalah pembatasan sosial namun dengan ada beberapa pelonggaran yang dilakukan.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Anies menyatakan bahwa status PSBB jakarta akan diperpanjang dan masa transisi akan dilakukan pada bulan Juni ini.

Tujuan utama dari dilakukannya PSBB transisi ini adalah agar masyarakat bisa melakukan kegiatan secara produktif dan aman dari virus Corona.

Selama masa transisi ini, kegiatan ekonomi bisa dilakukan oleh masyarakat. Akan tetapi, ada batasan-batasan yang harus tetap ditaati oleh masyarakat.

Mal Di Jakarta Siap Dibuka

Keputusan Anies ini disambut hangat oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 15 Mei 2020

Stefanus menyatakan bahwa mal akan siap beroperasi kembali pada tanggal 15 Juni nanti.

Menurutnya, APPBI merasa senang karena sudah ada kepastian untuk melakukan usaha kembali.

Persiapan masa PSBB transisi sudah dipersiapkan sejal beberapa minggu sebelumnya.

Bahkan, Stefanus menyatakan bahwa semisal mal dibuka pada hari ini pun mereka sudah siap.

Protokol kesehatan harus tetap dilakukan dan merupakan salah satu aspek penting untuk mempersiapkan kembali dibukanya mal.

Selama mal ini ditutup, Stefanus mengatakan bahwa pematangan persiapan protokol kesehatan sudah dipersiapkan.

Akan tetapi Anies menyatakan bahwa jika sampai kurva kembali meningkat, maka seluruh kegiatan harus ditutup kembali.

Menanggapi hal tersebut, Stefanus menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang wajar dilakukan.

Stefanus berkata bahwa ancaman tersebut adalah alarm agar protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik.

Stefanus yakin bahwa semuanya akan mentaati protokol kesehatan selama New Normal ini dengan baik dan kemungkinan angka pertumbuhan COVID-19 akan turun drastis.

wall street lesu

Wall Street Lesu Setelah Muncul Data Pengangguran

saham properti menguat

Saham Properti Menguat Dampak Program Tapera