in

Waduh, Muncul Indikasi AS Sudah Masuk Resesi!

as sudah masuk resesi
Photo by Nik Shuliahin on Unsplash

Menurut grup ekonom National Bureau of Economic Research (NBER), ekonomi Amerika Serikat (AS) sudah masuk resesi sejak Februari 2020 lalu.

Pakar ekonom tersebut menyatakan bahwa resesi tersebut muncul sejak pandemi virus Corona muncul di AS.

Pada awal bulan Februari lalu, tingkat lapangan pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran di AS mencapai titik tertingginya.

Akan tetapi dengan datangnya virus Corona, hal tersebut mengalami penurunan yang cukup tajam.

Hal tersebut adalah salah satu indikasi yang menunjukkan bahwa ekonomi AS berjalan menuju resesi.

Indikator AS Sudah Masuk Resesi

Dilansir dari CNBCIndonesia, NBER menyatakan bahwa indikator utama dari resesi tersebut adalah menurunnya jumlah lapangan kerja dan produksi.

Selain itu, virus COVID-19 juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian AS dan menjadi salah satu faktor terjadinya resesi.

Hal yang senada juga muncul dari data yang dirilis oleh pemerintah AS di mana ekonomi AS mengalami kontraksi sebesar 4,8 persen pada kuartal I 2020.

Padahal, pada saat itu lockdown secara besar-besaran belum terjadi di AS.

Baca Juga  Tekanan COVID, IHSG Masih Bisa Bertahan

Kontraksi tersebut adalah kontraksi terpanjang di ekonomi AS sejak tahun 1854.

Pelambatan ekonomi ini juga memberikan dampak yang berbeda dibanding hal yang terjadi sebelumnya.

Pada dasarnya, resesi dapat didefinisikan sebagai penuruna ekonomi secara tajam selama periode tertentu.

Selain itu, dalam resesi juga terjadi penurunan dalam aspek produksi, pekerja, dan beberapa indikator lain.

Namun, NBER juga menimbang besarnya kontraksi, durasi terjadinya penurunan, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Jika ditelisik, faktor utama yang mengakibatkan resesi di AS adalah faktor tenaga kerja.

NBER menyebutkan bahwa puncak menurunnya jumlah pekerjaan di AS terjadi pada bulan Februari lalu.

Sebagai tambahan, virus Corona yang mulai masuk di AS pada awal tahun 2020 ini memberikan dampak negatif yang cukup besar terhadap ekonomi AS.

Ekonomi AS harus mengalami penurunan yang cukup tajam pada kuartal I 2020, yaitu sebanyak 4,8 persen.

Negara super power saingan AS, China, juga mengalami hal yang sama.

Pada kuartal I 2020, ekonomi China mengalami kontraksi yang luar biasa yaitu sebesar 6,4 persen.

Baca Juga  Ekonomi Indonesia Minus 6 Persen, Kata Pengusaha
Cara Membeli Saham Blue Chip Bagi Investor Pemula

Cara Membeli Saham Blue Chip Bagi Investor Pemula

cek rekomendasi reksa dana saham unutng

Reksa Dana Saham Untung Besar Karena IHSG Meroket