in

Reksa Dana Saham Untung Besar Karena IHSG Meroket

cek rekomendasi reksa dana saham unutng
Photo by Ishant Mishra on Unsplash

Harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat meroket dengan jumlah kenaikan mencapai 4,08 persen. Hal tersebut membuat reksa dana saham untung besar.

Dilansir dari CNBCIndonesia, reksa dana saham berhasil meraup untung yang luar biasa pada minggu lalu.

Reksa Dana Saham Untung, Lainnya?

Hal tersebut dapat dilihat dari meningkaynya Infovestas Equity Fund Index yang berhasil menguat sebanyak 4,04 persen hanya dalam waktu satu minggu.

Selain reksa dana saham, reksa dana campuran juga ikutan kecripatan cuan.

Bisa dilihat dari Infovestas Balanced Fund Index yang berhasil mengalami penguatan sebesar 2,83 persen pada minggu lalu.

Walaupun tipis, reksa dana yang memiliki basis portofolio surat utang juga menguat.

Sebagai informasi, reksa dana yang memiliki basis portofolio surat utang adalah reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Dalam satu minggu kemarin, reksa dana pendapatan tetap berhasil mengalami penguatan sebanyak 0,96 persen.

Sedangkan reksa dana pasar uang hanya mengalami penguatan sebesar 0,10 persen.

Salah satu hal yang menopang penguatan kedua reksa tersebut adalah menguatnya indeks acuan reksa dana tersebut.

Baca Juga  Faktor Menguatnya IHSG di Bursa Saham Asia

Indeks obligasi pemerintah berhasil menguat sebanyak 0,77 persen dan indeks obligasi korporasi merangkak naik sebanyak 0,16 persen.

Salah satu sentimen positif yang menyebabkan meningkatnya indeks pasar uang ini adalah optimisme akan dimulainya fase New Normal.

Sejak Jumat (5/60), fase New Normal sudah dilakukan di sektor Aparatur Sipil Negara atau ASN.

Jika dilihat secara month to date pada 5 Juni, kinerja reksa dana mengalami peningkatan yang signifikan dengan adanya New Normal ini.

Reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang memberikan respon positif cukup tajam di tengah pandemi COVID-19 ini dengan peningkatan sebesar 4,41 persen.

Salah satu penyebabnya adalah pasar saham yang mudah memberikan rekasi positif ataupun negatif dari berbagai sentimen.

Kondisi pasar saham di tengah pandemi Corona ini sedang memberikan “diskon” yang cukup besar.

Hal tersebut membuat banyak investor agresif yang mulai mencari peluang demi mendapatkan profit yang besar di masa depan.

Faktor lain yang membuat reksa dana makin menguat adalah jumlah kepemilikan SBN oleh yang meningkat hingga mencapai Rp6,44 triliun.

Baca Juga  Obligasi RI Jangka Panjang Banyak Dicari Investor

Selain itu yield Obligasi Pemerintah 10 tahun yang menurun sebanyak 12 bps dan bertengger di titik 7,11 persen pada bulan Juni juga memberikan kontribusi.

Akan tetapi, investor harus tetap waspada karena masih adanya potensi terjadi virus Corona gelombang dua karena mulai dibukanya kegiatan ekonomi.

as sudah masuk resesi

Waduh, Muncul Indikasi AS Sudah Masuk Resesi!

resesi ekonomi berakhir 2020 ancur prediksi ekonomi ri

Resesi Ekonomi Global Dirpoyeksikan Oleh Bank Dunia