in

Rekomendasi Saham Saat Meningkatnya Kasus Corona

rekomendasi saham wall street
Photo by Ishant Mishra on Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih mengalami pelemahan pada perdagangan minggu lalu. Hal ini membuat perusahaan sekuritas merilis rekomendasi saham di tengah meningktanya kasus Corona.

Sebagai informasi, pada perdagangan seminggu lalu, UHSG mengalami penurunan nilai sebanyak 1,36 persen dan bertengger di titik 4.880.

Dilansir dari CNNIndonesia Head of Research PT Samuel Sekuritas Suria Dharma menyatakan bahwa faktor pelemahan juga diakibatkan oleh Amerika Serikat (AS).

The Fed menyatakan bahwa suku bunga acuan 0 persen akan terus dipertahankan hingga 2022.

Hal tersebut membuat optimisme investor untuk kembali bermain di pasar saham menjadi pudar.

Ditambah lagi, pertambahan kasus virus Corona di negeri Paman Sam juga naik secara drastis.

Akan tetapi, Suria menyatakan bahwa prospek IHSG dinilai masih dalam keadaan yang bagus.

Hal ini dapat dilihat dari IHSG yang ditutup di zona hijau dan aksi net sell atau jual bersih asing yang mencapai nilai Rp1,21 triliun.

Salah satu potensi lain yang akan menguatkan IHSG adalah rapat dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan dilakukan pada 17 atau 18 Juni nanti.

Baca Juga  Rupiah Kembali Lemah di Hadapan Dolar AS

Keputusan yang diambil di rapat tersebut akan menjadi penentu dari pergerakan IHSG kedepannya.

Untuk menanggapi terjadinya volatilitas yang tinggi, Suria meminta investor untuk melakukan pengecekan kinerja perusahaan yang dipilih pada kuartal I 2020.

Rekomendasi Sektor Saham

Sektor saham yang direkomendasikan oleh Suria adalah sektor farmasi dan telekomunikasi.

Sebagai contoh, PT Kalfe Farma Tbk (KLBF) berhasil mengalami pertumbuhan yang cukup baik pada kuartal I 2020.

Penjualan bersih yang diterima KLBF senilai Rp5,8 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 8,01 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Untuk sektor telekomunikasi, Salim menyarankan untuk melihat perusahaan BUMN PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

TLKM berhasil meningkatkan laba bersihnya sebanyak 3,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Keuntungan yang berhasil dikantongi TLKM adalah sebanyak Rp18,66 triliun.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga memberikan saran bagi investor yang masih belajar saham.

Hans menyarankan untuk memilih saham perbankan dan saham lapis pertama. Saham tersebut antara lain adalah BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI.

Baca Juga  Apa Penyebab Saham Astra International (ASII) Menurun ?

Hal ini dikarenakan saham lapis dua dinilai masih terlalu berisiko karena tingginya rasio kredit macet atau NPL.

Lelang SUN

Lelang SUN, Investor Diharapkan Wait and See

saham asing nikkei kospi

5 Saham yang Diborong Asing Minggu Lalu