in

Target Ekonomi 2021 Dinilai Tidak Realistis, Kata DPR

target ekonomi 2021
Gambar oleh ssopian88 dari Pixabay

Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan target ekonomi untuk tahun 2021. Namun menurut sejumlah fraksi DPR, target tersebut dinilai tidak realistis.

DPR menyatakan target ekonomi yang ada di Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2021 dinilai terlalu optimis.

Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 hingga 5,5 persen pada tahun depan. Padahal, pandemi Corona belum bisa dibilang usai di Indonesia.

Target Ekonomi 2021 Kurang Realistis

Dilansir dari CNNIndonesia, anggota DPR Fraksi PAN Jon Erizal menyatakan bahwa target tersebut tidak realistis karena pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 merosot ke titik 2,97 persen.

Menurut proyeksinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 hanya akan tumbuh kurang dari 2 persen.

Untuk kemungkinan terburuk, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya ada pada zona 1 hingga 1,5 persen saja.

Jon menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 sangat dipengaruhi oleh bagaimana upaya pemerintah dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

Menurutnya, hal yang harus di dibenahi selama pandemi ini antara lain adalah tingkat konsumsi masyarakat, permintaan ekspor, dan peningkatan rantai pasok global.

Baca Juga  Beli Rumah Saat Corona Dinilai Lebih Mudah

Fraksi PAN juga memberikan saran untuk pemerintah agar meningkatkan jumlah belanja negara guna menaikkan tingkat konsumsi masyarakat.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung dengan tingkat konsumsi masyarakat.

Saran lain dari fraksi PAN adalah bantuan langsung corona sebaiknya diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang sempat tertekan karena adanya pandemi Corona.

Hal yang sama juga dikatakan oleh anggota DPR Fraksi Nasdem Hatari yang menyatakan bahwa target ekonomi 2021 dinilai terlalu tinggi.

Menurutnya, target yang mencapai 5,5 persen dinilai kurang sesuai dengan kondisi Indonesia yang masih terkena dampak COVID-19.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada yang tahu sampai kapan penyebaran virus Corona di Indonesia ini akan berlanjut.

Hal tersebut akan menyulitkan pemerintah Indonesia untuk mendongkrak tingkat perekonomian Indonesia.

Fraksi Nasdem juga memberikan saran yang cukup mirip dengan fraksi PAN, yaitu menjaga daya bei masyarakat selama pandemi COVID-19.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) diharapkan juga bisa menstabilkan nilai rupiah selama masa pandemi.

Baca Juga  Penormalan Kegiatan Ekonomi Didukung Pengusaha
hotel dan restoran ramai

New Normal, Optimis Hotel dan Restoran Ramai

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 16 Juni 2020