in

Wall Street Meroket Karena Sentimen Positif

wall street meroket
Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi, Wall Street ditutup dalam keadaan meroket. Hal ini disebabkan karena adanya sentimen positif di tengah pandemi Corona.

Dilansir dari CNBCIndonesia, indeks saham Dow Jones Industrial Averages (DJIA) berhasil mengalami penguatan sebanyak 2,04 persen atau 526 poin.

Indeks S&P 500 berhasil meroket sebanyak 1,9 persen dan indeks Nasdaq Composite berhasil neik sebanyak 1,75 persen.

Faktor meroketnya saham Wall Street ini dikarenakan banyaknya berita positif di tengah pandemi Corona.

Faktor Wall Street Meroket

Salah satu berita positif tersebut adalah lonjakan penjualan ritel yang berhasil menembus sejarah.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa ada rekor peningkatan penjualan ritel yang mencapai 17,7 persen pada bulan Mei 2020.

Berita positif selanjutnya adalah pemerintah AS sedang mempersiapkan rancangan undang-undang infrastruktur dengan jumlah yang luar biasa, yaitu hampir US$1 triliun.

Berita positif di dunia kesehatan juga mendukung penguatan saham-saham Wall Street.

Berita tersebut adalah adanya obat yang berhasil memulihkan kondisi pasien COVID-19 dengan kondisi kritis. Obat tersebut adalah Deksametason.

Baca Juga  Wall Street Ditutup Beragam, Dinilai Kurang Memuaskan

Dilaporkan, obat tersebut berhasil menurunkan tingkat kematian pasien yang dirawat di rumah sakit hingga sepertiga jumlah pasien.

Menurut Kepala Strategi Investasi Leuthold Group Jim Paulsen menyatakan bahwa dengan banyaknya berita positif ini, pasar dirasa akan sulit untuk jatuh kembali.

Ia juga menyatakan bahwa pasar saham juga dibberik dukungan yang luar biasa dari pilar-pilar dukungan.

Berita lain yang berhasil mendongkrak nilai Wall Street adalah pengumuman dari The Fed atau Bank Sentral AS.

The Fed menyatakan untuk melakukan peningkatan stimulus moneter dengan cara membeli saham obligasi korporasi secara langsung pada Senin lalu.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa The Fed akan melakukan pembelian obligasi korporasi yang diatur sesuai dengan kondisi pasar.

Hal tersebut untuk mencegah pembelian secara tergesa-gesa oleh The Fed dan mereka akan memberikan kesaksian pada hari ini, Rabu, waktu AS.

Jika dilihat secara mingguan, saham Wall Street sedang berjalan di zona hijau.

DJIA berhasil menguat sebanyak 2,7 persen, S&P 500 sebanyak 2,7 persen, dan Nasdaq Composite sebanyak 3,2 persen sejak Senin (15/6) yang lalu.

Baca Juga  Nilai Wall Street Tertahan Karena Saham Migas
Mengenal Teknik Analisa Bandarmologi

Teknik Analisa Bandarmologi yang Jarang Dipakai

resesi ekonomi berakhir 2020 ancur prediksi ekonomi ri

Ekonomi 2020 Ancur Efek The Great Lockdown