in

Prediksi Harga Emas US$2.000 Per Ons, Emang Bisa?

prediksi emas antam kembali melesat global
Gambar oleh erik_stein dari Pixabay

Beberapa pakar investasi menyatakan bahwa saat ini prediksi harga emas sudah menyampai titik tertingginya dan tidak akan melewati level US$2.000 per ons.

Dilansir dari CNBCIndonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders) juga menyatakan hal yang senada.

Hal ini dikarenakan adanya harapan bahwa kondisi ekonomi global akan kembali bangkit dalam waktu yang cukup dekat.

Dengan adanya hal tersebut, permintaan akan investasi safe haven seperti emas akan mengalami penurunan.

Lebih lagi, investor sudah banyak yang berani untuk memulai lagi berinvestasi di sektor yang lebih berisiko.

Prediksi Harga Emas Global

CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi banyak investor yang mengalokasikan dana mereka ketika kondisi ekonomi sedang memburuk.

Hal tersebut sempat terjadi pada tahun 2008-2009 dan pada 2019-2020 ini.

Sewaktu terjadi krisis ekonomi tersebut, harga emass akan mengalami peningkatan karena tingginya permintaan.

Bahkan, harga emas global yang semula US$1.200 per troy ons bisa melambung ke titik US$1.700 per troy ons.

Menurutnya, saat ini harga emas ada di titik US$1.700 per troy dan menurut prediksi, harga emas tidak akan tembus US$1.800 per troy ons.

Baca Juga  Harga Emas Global Datar Walaupun Kasus Corona Naik

Hal ini dikarenakan investor mulai melihat bahwa kondisi ekonomi dunia sudah mulai membaik dan mulai berinvestasi di sektor bisnis.

Hal tersebut juga seirama dengan data perdagangan pada Selasa (16/6) kemarin.

Pada perdagangan kemarin, harga emas global dinilai flat karena adanya stimulus yang dikeluarkan oleh The Fed.

Harga emas global hanya mengalami penguatan tipis sebanyak 0,04 persen dan duduk manis di US$1.726,15 per troy ons.

Analis Saxo Bank Hansen Ole bahkan memproyeksikan bahwa harga emas akan mengalami deflasi.

Menurutnya, deflasi ini terjadi karena turunnya minat akan emas dengan mulai dibukanya kembali ekonomi dunia.

Jika dilihat secara teknikal, Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bert Melek menyatakan bahwa titik resisten emas berada di US$1.740.

Prediksi awal harga emas dilakukan oleh Presiden Independent Strategy David Roche yang menyatakan bahwa harga emas tahun ini bisa menyentuh nilai US$2.000 per troy ons.

Namun, investor emas diharap tidak berkecil hati. Karena dengan suku bunga yang rendah, banyaknya stimulus fiskal, hingga ancaman gelombang II virus Corona prospek emas secara jangka panjang masih dinilai bagus.

Baca Juga  2020, Emas Diprediksi jadi Peluang Investasi

 

resesi ekonomi berakhir 2020 ancur prediksi ekonomi ri

Ekonomi 2020 Ancur Efek The Great Lockdown

cek rekomendasi reksa dana saham unutng

IHSG Bakal Tembus Batas, Cek Rekomendasi Saham Ini!