in

Larangan Ekspor Pangan India dan Vietnam, Kenapa?

impor as distop china ekspor pangan
Photo by Axel Ahoi on Unsplash

Di saat pandemi Corona seperti ini, banyak negara yang mulai mempersiapkan diri akan pasokan pangan mereka. Bahkan, ada beberapa negara yang melakukan larangan ekspor pangan.

Hal tersebut dilakukan oleh India dan Vietnam demi menjaga prioritas kebutuhan pangan dalam negeri mereka.

Dilansir dari CNBCIndonesia Dirut Perum Bulog Budi Waseso memberikan tanggapan akan adanya fenomena ini.

Ia menyatakan bahwa negara tersebut melakukan hal ini karena mengutamakan kepentingan pangan dalam negeri.

Hal tersebut membuat pemerintah Indonesia harus melakukan beberapa tindakan antisipasi.

Efek Larangan Ekspor Pangan

Di sisi lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartato pernah menyatakan bahwa beberapa negara yang sering melakukan ekspor beras seperti Thailand dan Vietnam sedang ada di musim kemarau.

Dengan adanya hal ini, pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian yang serius.

Airlangga menyatakan bahwa ancaman akan krisis pangan global adalah hal yang mungkin saja terjadi, lebih lagi di Indonesia.

Proyeksi tersebut berasal dari data US Departement of Agriculture (USDA) International Grains Council (IGC) yang menunjukkan bahwa produksi pangan global 2019/2020 akan mengalami depresiasi sebanyak 0,4 sampai 0,5 persen.

Baca Juga  Berita Coronavirus Dunia

Selain itu, realisasi global yang dicatatkan oleh IGC menunjukkan bahwa proyeksi produksi pangan mencapai 498 juta ton pada tahun 2019/2020.

Jumlah tersebut lebih sedikit daripada realisasi yang terjadi di 2019-2019 dengan jumlah total sebanyak 500,1 juta.

Jumlah produksi padi pada tahun 2019/2020 diproyeksikan akan mencapai jumlah 493,8 juta ton.

Nilai tersebut juga lebih kecil daripada realisasi jumlah produksi padi secara global pada tahun 2018-2019 yang mencapai 496,5 juta ton.

Oleh karena itu pemerintah Indonesia sudah mulai mempersiapkan beberapa strategi guna mencegah terjadinya krisis pangan di Indonesia.

Menurut Airlangga, salah satu caranya adalah dengan cara memproduksi kebutuhan pangannya sendiri karena jika hanya mengandalkan ekspor dinilai akan sulit.

Hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan cara mengutamakan surplus pangan.

Lebih lagi, di saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi saat ini kebutuhan persediaan pangan harus tetap dijaga.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 17 Juni 2020

rupiah saham obligasi menguat ihsg tergelincir

Rupiah, Saham, Obligasi Menguat Efek Morgan Stanley