in

Nilai Wall Street Tertahan Karena Saham Migas

emiten saham melonjak wall street tertekan
Photo by Jason Briscoe on Unsplash

Dalam penutupan perdagangan dini hari tadi, Wall Street ditutup dalam keadaan kurang baik. Nilai Wall Street harus tertahan oleh saham migas.

Di penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Averages (DJIA) dan S&P 500 harus mengalami penurunan. Penguatan hanya dirasakan oleh Nasdaq Composite.

Dilkutip dari CNBCIndonesia, DJIA ditutup dalam keadaan merosot sebanyak 0,65 persen dan berada di posisi 26.119. S&P 500 juga merosot sebanyak 0,36 persen dan bertengger di titik 3.113.

Di sisi lain, Nasdaq Composite mengalami penguatan sebanyak 0,15 persen dan berada di titik 9.910.

Saham-saham yang menguatkan nilai Nasdaq adalah Biomarine dengan penguatan 4,55 persen, Activision 3,46 persen, NXP 3,08 persen, dan Lam Research 2,71 persen.

Faktor Nilai Wall Street Tertahan

Sementara itu, saham migas Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab menurunnya nilai DJIA.

Saham tersebut antara lain adalah Exxon Mobil yang turun 3,25 persen, Chevron 2,64 persen, Boeing Co 2,64 persen, dan JP Morgan 2,52 persen.

Pada pembukaan perdagangan, Wall Street dibuka dalam keadaan meningkat karena tingginya kepercayaan investor bahwa kondisi ekonomi AS akan segera pulih.

Baca Juga  Saham Ritel Bangkit, Jelang Mal Kembali Dibuka

Beberapa faktor yang membuat Wall Street dibuka dalam keadaan meningkat adalah adanya kebijakan suportif seperti pembelian bligasi FOMC.

Selain itu, berita positif akan perkembangan vaksin COVID-19 juga menjadi faktor penguat dari Wall Street.

Faktor lain yang menguatkan Wall Street adalah pemerintah AS telah mempersiapkan proposal untuk infrastruktur dengan nilai US$1 triliun dolar atau Rp14,1 kuadriliun.

Proyek dari proposal tersebut antara lain adalah jalan, jembatab, internet desa, dan infrastruktur komunikasi 5G.

The Fed juga mengabarkan bahwa akan ada rencana untuk melakukan pembelian obligasi swasta di pasar sekunder dan membuat nilai Wall Street menjadi terangkat.

Akan tetapi, Wall Street mulai loyo sejak adanya berita bahwa Beijing akan meliburkan sekolah-sekolah karena adanya peningkatan kasus Corona.

Selain itu, kasus Corona di AS juga terus mengalami peningkatan dengan jumlah kasus mencapai 2,1 juta di seluruh negara bagian AS.

rupiah saham obligasi menguat ihsg tergelincir

Rupiah, Saham, Obligasi Menguat Efek Morgan Stanley

Bursa Asia Memiliki Tren Bullish ekonomi 2022 sembuh

Ekonomi Sembuh 2022 Kata CEO Dunia, Menurut Erick?