in

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 1,9 Persen, Ramal BI

pertumbuhan ekonomi Indonesia
Photo by Adrian Pranata on Unsplash

Menurut Bank Indonesia (BI) pertumbuhan ekonomi Indonesia diramalkan hanya 0,9 hingga 1,9 persen. Nilai ini ada di bawah prediksi awal.

Pada awalnya, BI memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi RI akan mencapai 2,3 persen, namun hal tersebut harus diubah.

Alasan diubahnya proyeksi tersebut adalah rendahnya laju ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020.

Dilansir dari CNNIndonesia, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa laju ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 dinilai lebih rendah dari kuartal I 2020.

Alasan Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Alasannya adalah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah guna memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

Dengan adanya PSBB, aktivitas masyarakat menjadi terbatas dan membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi terhambat.

Menurutnya, laju ekonomi ini dapat dilihat dari laju penjualan ritel yang melambat di masyarakat.

Perry menyatakan bahwa pertumbuhan akan melambat pada kuartal II. Namun, pada kuartal III dan IV pertumbuhan dinilai baru bisa bangkit.

Akan tetapi, Perry tidak memberikan rincian yang detil akan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II, III, dan IV 2020.

Baca Juga  Penerimaan Pajak pada Mayoritas Sektor Ekonomi Melemah

Menurutnya, pada kuartal III dan IV 2020 ekonomi Indonesia akan berangsur-angsur sembuh dari “infeksi” COVID-19.

Hal ini dikarenakan pemerintah sudah mulai melakukan PSBB transisi menuju kehidupan New Normal di masyarakat pada bulan Juni ini.

Pemerintah Indonesia memberikan izin bagi sembilan sektor untuk kembali bergerak setelah tertahan selama masa PSBB.

Perry menyatakan bahwa hal tersebut diharapkan bisa mendongkrak kembali aktivitas ekonomi masyarakat dan mengkatrol laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester II 2020.

Namun, Perry mengingatkan bahwa New Normal bukanlah kembali ke kebiasaan sebelum Corona. Dalam masa New Normal protokol kesehatan yang sudah diterbitkan harus dipatuhi dengan baik.

Pemulihan ekonomi pada kuartal III dan IV 2020 sangat dipengaruhi oleh Bantuan Sosial (Bansos) yang diberikan kepada masyarakat menurut Perry.

Selain itu, intensif dunia usaha dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai memberikan peran penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BI juga tetap akan memberikan stimulus moneter bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Dampak restrukturisasi kredit yang diberikan OJK juga sudah mulai memberikan pengaruh baik bagi ekonomi Indonesia.

Baca Juga  Pendapatan Garuda Merosot Tajam Karena Corona
Upaya Arema FC Bangkitkan Finansial Klub Saat Pandemi Covid-19

Upaya Arema FC Bangkitkan Finansial Klub Saat Pandemi Covid-19

target ekonomi 2021

Target Ekonomi RI 2020 Direvisi Menjadi 1 Persen