in

Rupiah Diproyeksikan Melemah Hari Ini

Pinjaman Daerah, Ada Rp10 Triliun dari Kementrian Keuangan
Gambar oleh 5851928 dari Pixabay

Nilai tukar rupiah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan akan melemah pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (19/6).

Melemahnya rupiah sudah dapat dilihat pada kondisi pasar Non Deliverable Market (NDF).

Berikut adalah perbandingan dari kurs dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin dan pada hari ini yang dikutip dari CNBCIndonesia.

Dalam periode satu pekan, kurs pada perdagangan kemarin adalah Rp14.164,2. Sedangkan untuk hari ini adalah Rp14.225.

Dalam periode satu bulan, kurs pada perdagangan kemarin adalah Rp14.274,9. Sedangkan untuk hari ini adalah Rp14.335.

Dalam periode enam bulan, kurs pada perdagangan kemarin adalah Rp14.670,2. Sedangkan untuk hari ini adalah Rp14.720.

Dalam periode satu tahun, kurs pada perdagangan kemarin adalah Rp15.102,4. Sedangkan untuk hari ini adalah Rp15.160.

Dalam periode dua tahun, kurs pada perdagangan kemarin adalah Rp15.944,7. Sedangkan untuk hari ini adalah Rp15.929,9.

Jika ditilik dari kurs Domestic NDF (DNDF) berikut adalah kurs rupiah untuk hari ini.

Dalam periode satu bulan, kurs rupiah adalah Rp14.080.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 06 April 2020

Dalam periode tiga bulan, kurs rupiah adalah Rp14.310.

Rupiah Diproyeksikan Melemah di NDF, Efek ke Pasar Spot?

Sebagai informasi, NDF adalah salah satu instrumen yang digunakan dalam melakukan perdagangan mata uang.

Dalam NDF, pelaku pasar dapat memperdagangkan mata uang dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan patokan kurs yang telah dipersiapkan di NDF.

Akan tetapi, pasar NDF masih belum ada di Indonesia. NDF hanya tersedia di kota yang berfungsi sebagai pusat keuangan seperti Singapura, New York, Hong Kong, dan London.

Pasar NDF juga memberikan pengaruh dalam pergerakan pasar spot.

Oleh karena itu, pasar spot terkadang juga mengacu kepada kurs yang ada di NDF.

Akan tetapi, hal yang harus diingat adalah NDF dikelola secara penuh oleh investor asing yang terkadang tidak tahu akan kondisi ekonomi Indonesia secara fundamental.

Hal tersebut membuat BI membentuk DNDF. Tenor yang ada di DNDF memang masih beum lengkap, namun diharapkan jumlah tersebut akan terus bertambah.

rekomendasi saham wall street

Wall Street Ditutup Beragam, Dinilai Kurang Memuaskan

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Juni 2020