in

Sri Mulyani Tidak Ingin Nilai Rupiah Terlalu Kuat. Mengapa?

stimulus ekonomi

Nilai tukar mata uang Rupiah sempat menguat terhadap Dolar AS dan mencapai lever Rp 13.000 beberapa waktu lalu. Sementara nilai rupiah berada di angka Rp 14.135 siang hari ini, Jum’at (19/6/2020).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan bahwa sebenarnya dia tak ingin nilai rupiah terlalu perkasa karena dapat berdampak negatif terhadap kinerja ekspor. Hal ini dapat membuat pendapatan ekspor menurun lantaran transaksi dilakukan dalam bentuk mata uang dolar.

“Nilai tukar rupiah yang terlalu kuat dapat melumpuhkan daya saing produk kita dan menyebabkan penurunan ekspor serta peningkatan impor produk yang menjadi lebih murah,” terang Sri Mulyani dilansir dari Wowkeren.

“Untuk itu, Pemerintah bersama Bank Indonesia, akan terus mengelola nilai tukar secara berhati-hati untuk tetap menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi ke depan.” tambahnya

Untuk menjaga stabilitas

Yang menjadi fokus perhatian pemerintah bukannya tingkat nilai tukar tertentu, melainkan menjaga stabilitas pergerakan nilai tukar. Stabilitas ini perlu dijaga supaya tidak menimbulkan gejolak pada aktivitas ekonomi dan sektor riil dalam negeri.

Baca Juga  Stimulus Jokowi Belum Mampu Dongkrak IHSG

Pemerintah Indonesia memproyeksikan nilai tukar rupiah tahun ini berada di kisaran Rp 14.500-15.500 per dolar AS. Menurut Sri Mulyani, pergerakan nilai tukar rupiah tahun ini masih akan dipengaruhi oleh berbagai tekanan.

“Tekanan tersebut seperti perlambatan ekonomi di negara-negara besar, stance kebijakan suku bunga The Fed,” ungkap Sri Mulyani.

“Sentimen perang dagang, isu geopolitik, proses pemulihan Tiongkok dari wabah virus corona, dan hasil pemilu AS,” tambahnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan mengalami penguatan tipis pada Jumat (19/6/2020) hari ini. Rupiah diprediksi akan akan berada di kisaran Rp 14.040-Rp 14.110 per dolar AS, meski akan disertai juga dengan fluktuasi sepanjang hari ini.

“Dalam perdagangan hari ini, rupiah kemungkinan akan terjadi fluktuatif namun ditutup menguat tipis di kisaran Rp 14.040 -Rp 14.110,” jelas Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dilansir Kumparan. Sebagai informasi, rupiah ditutup menguat tipis sebesar 5 poin di level Rp 14.077 per dolar AS dalam penutupan perdagangan Kamis (18/6/2020) kemarin.

Baca Juga  Diretas, 1,2 Data Pengguna Bhineka.com Bocor
harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Juni 2020

Mengenal Simple Moving Average (SMA) Sebelum Main Saham

Kelemahan Teknik Analisa Teknikal Bagi Investor Ritel