in

Tekanan COVID, IHSG Masih Bisa Bertahan

deposito syariah terbaik ihsg masih bisa bertahan
Photo by Frank Busch on Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dalam keadaan melemah. Namun, IHSG bisa bangkit dan masih bertahan di zona hijau.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka dalam kondisi merah dengan penurunan sebesar 0,05 persen di posisi 4.939,90.

Namun, 5 menit kemudian IHSG berjalan kembali di zona hijau dan mengalami kenaikan 0,10 persen di titik 4.947,35.

IHSG Masih Bisa Bertahan Walaupun Ada Net Sell

Dilansir daci CNBCIndonesia, investor asing melakukan aksi net sell hingga mencapai Rp28 miliar pada pasar reguler.

Jumlah transaksi yang terjadi pada hari ini sudah mencapai nilai RP469 miliar.

Saham Indonesia yang paling banyak dijual oleh asing pada hari ini adalah saham TLKM dengan nilai jual bersih Rp13 miliar.

Saham lain yang banyak dijual asing adalah saham ASII milik Astra dengan jumlah net sell Rp5 miliar.

Di sisi lain, kondisi pasar Benua Kuning sedang bervariatif. Indeks Hang Seng Hong Kong mengalami penurunan hingga sebesar 0,37 persen.

Indeks lain yang mengalami penurunan adalah indeks Nikkei Jepang yang mengalami penurunan sebanyak 0,05 persen.

Baca Juga  Kasus Corona Naik, Harga Emas Global Naik

Saham Asia yang mengalami penguatan adalah saham STI Singapura dengan nilai penguatan 0,24 persen.

Sentimen negatif ini berasal dari meningkatnya kembali jumlah kasus virus Corona di dunia.

Pada hari Minggu (21/6), jumlah kasus Corona di seluruh dunia mengalami peningkatan hingga lebih dari 183 ribu kasus.

Dengan adanya peningkatan kasus ini, China melakukan pembatalan penerbangan dari dan ke berbagai negara.

Bahkan saat ini di kota Beijing kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah dan beberapa distrik dikarantina kembali.

Hal tersebut dilakukan agar penyebaran virus Corona di China bisa dikendalikan.

Saham negeri Paman Sam juga ditutup dalam keadaan variatif di penutupan perdagangan dini hari tadi.

Dow Jones Industrial Averages (DJIA) merosot sebanyak 0,80 persen dan S&P 500 anjlok 0,56 persen. Namun, Nasdaq Composite berhasil menguat tipis sebesar 0,03 persen.

Salah satu penyebab Wall Street bergerak variatif adalah ketakutan pelaku pasar akan meningkatnya jumlah kasus di AS.

Pinjaman Daerah, Ada Rp10 Triliun dari Kementrian Keuangan

Rupiah Tekor Akibat Jumlah Kasus Corona Meningkat

Pengertian Overbought dan Oversold

Apa Pengertian Overbought dan Oversold dalam Forex Trading?