in

Skenario Resesi, Berikut Penjelasan Sri Mulyani

resesi ekonomi berakhir 2020 ancur prediksi ekonomi ri
Gambar oleh geralt dari Pixabay

Akibat pandemi Corona yang tak kunjung usai, Indonesia diramalkan akan terkena resesi. Bahkan, Sri Mulyani telah membeberkan skenario resesi Indonesia.

Menurut Menteri Keuangan tersebut resesi ekonomi bisa saja terjadi di Indonesia jika pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif pada kuartal III 2020.

Dilansir dari CNNIndonesia. Sri Mulyani menytakan bahwa ia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan tumbuh hingga 1,4 persen.

Namun, Ia juga sudah mempersiapkan beberapa skenario jika pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot hingga -1,6 persen pada periode III 2020.

Skenario Resesi Sri Mulyani

Jika pada periode III 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif, Indonesia sudah pasti akan masuk ke jurang resesi.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan mengalami kontraksi hingga mencapai titik -2,8 persen.

Ani, sapaan Sri Mulyani, menyatakan harapannya agar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV 1,4 persen. Jika harus negatif, diharapkan berhenti pada titik 1,6 persen.

Ia menambahkan bahwa jika pada kuartal III nanti pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan di zona negatif, secara teknis Indonesia sudah masuk resesi.

Baca Juga  Harga Garam Anjlog Hingga 50 Persen. Apa Saja Penyebabnya?

Skenario ekonomi pada kuartal III dengan tingkat pertumbuhan hingga 1,4 persen bukanlah tanpa alasan.

Pasalnya beberapa daerah sudah melakukan masa transisi dari masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke era New Normal.

Pemerintah Indonesia juga terus memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat untuk menyokong daya beli masyarakat.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif bisa saja terjadi jika masyarakat tidak melakukan konsumsi yang cukup selama masa transisi.

Walaupun Ani mempunyai skenario resesi tersebut, Ia masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa membaik di kuartal IV.

Harapannya, pada kuartal IV akselerasi belanja negara sudah bisa memberikan pengaruh yang baik dengan bergeraknya UMKM.

Hal ini diharapkan bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 3,4 persen pada kuartal IV dengan skenario terburuk pertumbuhan hanya sampai 1 persen.

Dengan proyeksi ini prospek pertumbuhan pada tahun 2020 diharapkan ada di kisaran -0,4 persen hingga 1 persen.

Ani juga masih optimis dengan target perekonomian Indonesia yang bisa tumbuh hingga 5,5 persen pada 2021.

Baca Juga  Dampak Resesi Ekonomi Terhadap Indonesia

\Hal ini dikarenakan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah digelontorkan sejak awal semester II 2020 lalu.

Laba Maybank Finance Tembus Rp121,2 Miliar

Laba Maybank Finance Tembus Rp121,2 Miliar

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 23 Juni 2020