in

Skandal Wirecard, Skandal Miliaran Euro

skandal wirecard
By Leo Molatore - 0I3A2249, CC BY-SA 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=88455526

Baru-baru ini, perusahaan pembayaran dan penyedia jasa keuangan yang berasal dari Jerman, Wirecard, terkena skandal dengan jumlah yang luar biasa.

Jumlah dari skandal tersebut mencapai miliaran euro dan membuat saham perusahaan mengalami penurunan hingga 44 persen dalam satu hari pada perdagangan Senin lalu.

Dilansir dari CNBCIndonesia, saham Wirecard jatuh bebas sebanyak 44,07 persen di posisi 14,44 euro per lembar saham.

Saham Wirecard mengalami penurunan yang luar biasa setelah perusahaan ini mengungkapkan adanya kemungkinan bahwa 1,9 miliar euro hilang dari kas.

Hal ini jelas membuat banyak pelaku pasar menjadi tidak nyaman dan mulai melepaskan saham dengan kode WDI tersebut.

Sebagai informasi, Wirecard AG adalah perusahaan penyedia jasa keuangan yang telah terdaftar di bursa Jerman. Perusahaan ini memiliki kantor pusat di distik Aschheim, Munich.

Berita hilangnya kas ini muncul setelah adanya audit dari EY. Pihak Manajemen Wirecard sedang melakukan pengamatan saldo kas yang tidak terhitung dan diberi tanda oleh EY dengan kalimat tidak ada.

Baca Juga  Harga Emas Melambung Akibat Ancaman Perang

Jumlah dana yang hilang tersebut adalah seperempat dari total neraca yang dimiliki Wirecard.

Bahkan CEO Wirecard Markus Braun telah mengundurkan diri secara mendadak pada Jumat (19/6) yang lalu.

Markus Braun mengundurkan diri setelah EY menolak untuk melakukan tanda tangan akun lapuran keuangan 2019 yang sudah diaudit.

Braun juga mengatakan bahwa Wirecard telah menajdi korban penipuan dengan jumlah yang besar.

Pencarian dana yang hilang ini macet ketika ada dua bank Asia yang membantah sebagai pengguna dari Wirecard.

Kedua bank tersebut adalah BDO Unibank Inc dan Bank of Philippine Island (BPI) Filipina.

Bahkan Bank Sentral Filipina, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) menyatakan bahwa dana tersebut belum masuk di sistem keuangan Filipina.

BDO dan BPI menyatakan bahwa ada oknum karyawan yang melakukan pemalsuan dokumen untuk menunjukkan di mana letak dana tersebut.

Dengan adanya skandal ini, Wirecard berada di posisi yang kurang mengenakkan.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 23 Juni 2020

IHSG Kembali Ditutup di Zona Hijau merah

IHSG Zona Merah Akibat Proyeksi Resesi