in

RI Masuk Jurang Resesi, Apa Penyebabnya?

ri masuk jurang resesi crisis corona
Gambar oleh Viarami dari Pixabay

Menurut pemerintah Indonesia, RI memiliki potensi untuk masuk ke jurang resesi. Hal ini terjadi jika pertumbuhan ekonomi kuartal II dan III negatif.

Dilansir dari CNNIndonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah -3,8 persen.

Menurunnya nilai pertumbuhan ekonomi Indonesia ini dikarenakan virus Corona masih belum berhenti di Indonesia dan menyebabkan ekonomi domestik menjadi tertekan.

Lebih lagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah di Indonesia dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Dengan adanya PSBB tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia menjadi melambat.

Hal ini terjadi karena masyarakat harus berdiam diri selama masa pandemi dan menyebabkan tingkat konsumsi menjadi menurun.

Ani, sapaan Sri Mulyani, menyatakan bahwa berat untuk menjaga ekonomi Indonesia tetap positif disaat pertumbuhan ekonomi bergerak negatif.

Bahkan, menurutnya banyak sekali lembaga yang memproyeksikan ekonomi Indonesia akan bergerak negatif.

Penyebab RI Masuk Jurang Resesi

Ani juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebanyak -1,6 persen dalam skenario terburuk.

Baca Juga  Harga Garam Anjlog Hingga 50 Persen. Apa Saja Penyebabnya?

Skenario terburuk itu bisa terjadi jika tingkat konsumsi masyarakat dinilai masih rendah.

Hal ini dikarenakan konsumsi masyarakat masih dijadikan bagian utama untuk ekonomi domestik Indonesia.

Ani berharap bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga titik 1,4 persen pada kuartal III dan IV. Jika memang harus berjalan negatif, ia berharap hanya melorot sampai titik -1,6 persen.

Jika pada kuartal III pertumbuhan ekonomi negatif, maka secara teknis Indonesia sudah masuk ke zona resesi.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi yang dialami Indonesia pada kuartal I 2020 adalah sebesar 2,97 persen.

Pada pertumbuhan tersebut, konsumsi masyarakat berkontriusi sebesar 58,14 persen dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Sedangkan untuk sektor investtasi memberikan kontribusi sebesar 31,91 persen dalam pembentukan PDB.

Selanjutnya disusul oleh impor barang dan jasa sebesar 17,57 persen, ekspor barang dan jasa sebesar 17,43 persen, konsumsi pemerintah 6,5 persen, perubahan inventori sebesar 2,25 persen, dan pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 1,28 persen.

Baca Juga  Prediksi Ekonomi RI Dipangkas IMF, Jadi Berapa?

 

 

 

dampak resesi ekonomi

Dampak Resesi Ekonomi Terhadap Indonesia