in

Usai Pandemi, Ekonomi Eropa Mulai Bangkit

ekonomi eropa bangkit
Photo by Christian Wiediger on Unsplash

Sejak adanya pandemi Corona, ekonomi di beberapa benua menjadi terhambat. Namun, saat ini ekonomi negara-negara Eropa sudah mulai bangkit.

Sebagai contoh, ekonomi Perancis sudah mulai ada peningkatan hingga titik US$3 triliun pada bulan Juni ini.

Ekonomi Perancis sempat tertekan karena adanya kebijakan lockdown sehingga perputaran roda ekonomi di negara tersebut terhenti.

Ini adalah kali pertama ekonomi Perancis mengalami peningkatan setelah tekena dampak dari virus COVID-19.

Ekonomi Eropa Mulai Bangkit

Dikutip dari CNNIndonesia, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Perancis mengalami peningkatan hingga titik 51,3 pada Juni. Padahal pada Mei lalu indeks tersebut ada di titik 32,1.

Sebagai informasi, PMI adalah indeks yang mengukur aktivitas sektor manufaktur dan sektor jasa.

Jika nilai indeks ada di atas 50, maka pertumbuhan ekonomi negara tersebut sedang ada kontraksi.

Menurut Chris Williamson, Kepala Ekonom IHS Markit, Perancis adalah negara yang memimpin bangkitnya pertumbuhan ekonomi di Eropa, terutama dalam sektor manufaktur.

Williamson menyatakan bahwa pemulihan ekonomi yang terjadi dimulai dari meningkatnya permintaan domestik.

Baca Juga  Harga Emas Antam Kembali Tergelincir

Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menyatakan bahwa Ia tidak akan membiarkan perusahaan-perusahaan di Perancis hancur karena pandemi.

Untuk membantu pemulihan ekonomi, pemerintah Perancis sudah menyiapkan dana sebesar US$521 miliar.

Pembatasan juga sudah mulai dikurangi di Eropa sejak awal Juni yang lalu. Dengan adanya pengurangan ini, permintaan barang dan jasa meningkat akibat dibukanya kembali perusahaan.

PMI dari negara-negara yang menggunakan euro juga mengalami peningkatan pada Juni ini dan berada di titik 47,5.

Indeks PMI negara pengguna euro merosot hingga 13,6 pada April dan 31,9 pada bulan Mei lalu.

Output manufaktur dan jasa masih menurut, akan tetapi tingkat kontraksi mengalami pelambatan yang cukup tajam.

Akan tetapi, PDB Eropa diperkirakan masih akan mengalami penurunan yang cukup tajam pada kuartal II 2020.

Riset IHS menampilkan bukti bahwa adanya penurunan permintaan. Hal ini dikarenakan pelanggan memakai pendekatan yang berbeda untuk mengatasi pengeluaran.

Untuk pemulihan ekonomi di Eropa, Williamson memproyeksikan akan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun.

Baca Juga  Return of Investment, Pengertian dalam Bisnis

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 25 Juni 2020

likuiditas perbankan rupiah kembali restrukturisasi kredit landai

Rupiah Kembali Bangkit Melawan Dolar AS