in

Boikot Unilever, Apakah Berefek Pada Saham?

Saham UNVR, Salah Satu Blue Chip Terbaik di Indonesia

Kemarin, Kamis (26/6) muncul berbagai hashtag (tagar) tentang Boikot Unilever. lalu apakah #BoikotUnilever tersebut mempengaruhi harga saham?

Pada perdagangan kemarin, harga saman PT Uniliver Indonesia (UNVR) ditutup dalam keadaan merosot sebanyak 2,17 persen dan bertengger di posisi 7.900.

Investor asing juga melakukan net sell (jual bersih) terhadap emiten saham ini mencapai Rp47,34 miliar.

Menurut data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) jumlah perdagangan saham UNVR mencapai Rp103,95 miliar. Jumlah volume perdagangan yang terjadi mencapai 13,07 juta saham.

Dilansir dari CNBCIndonesia, saham UNVR sudah mengalami penurunan hingga 4,53 persen dalam satu minggu terakhir.

Jika dilihat secara bulanan, UNVR tergelincir sebanyak 1,85 persen. Sedangkan untuk year to date, UNVR sudah jatuh sebanyak 5,95 persen.

Namun, jika dilihat dalam 3 bulan terakhir, saham UNVR masih mengalami penguatan sebanyak 9,34 persen.

Kinerja dari UNVR juga masih bisa dibilang bagus. Menurut publikasi laporan keuangan kuartal I 2020, laba bersih UNVR mengalami peningkatan sebanyak 6,53 persen. laba bersih UNVR pada kuartal I adalah Rp1,86 triliun.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 5 Februari 2020

Sedangkan pada kuartal yang sama pada tahun lalu, laba bersih Unilever adalah Rp1,75 triliun.

Penjualan bersih kuartal I 2020 juga mengalami peningkatan sebesar 4,5 persen atau menjadi Rp11,15 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari penjualan bersih kuartal I 2019 yaitu Rp10,66 triliun.

Tagar Boikot Unilever

Salah satu sentimen negatif yang menyebabkan menurunnya nilai saham unilever adalah postingan yang berasal dari akun @Unilever.

Perusahaan ini menyatakan bahwa mereka mendukung aktivitas Lesbian Gay Bisexual Transgender Queer (LGBTQ+)

Unilever juga sudah menandatangani deklarasi Amsterdam dan bergabung dengan Open for Business.

Dengan melakukan hal tersebut, Unilever menyatakan perusahaannya sudah inkulsi LGBTQ+.

Unilever juga meminta Stonewall untuk melakukan audit kebijakan ini. Sebagai informasi, Stonewall adalah lembaga amal yang bagi kaum LGBTQ+.

Hal ini memancing berbagai respon dari warganet, terutama di Indonesia. Banyak yang tidak memberikan dukungan terhadap langkah yang diakukan oleh Unilever.

Tak sedikit warganet yang menyatakan untuk melakukan boikot terhadap produk Unilever, termasuk warganet Indonesia.

Hal ini membuat saham Unilever juga merosot di Wall Street. Saham Unilever NV ditutup dalam keadaan merosot 1,14 persen dan berada di titik US$54,74 per saham.

Baca Juga  IHSG Anjlok Karena Corona, IPO Tertunda?

Hal yang sama juga dialami oleh Unilever PLC yang merosot sebanyak 1,59 persen di level US$56,30 per saham.

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

Cara Menghabiskan THR Lebaran Ala Wanita

Ingin Mencari Pinjaman Uang, ke 5 Tempat Ini Saja

cemas finansial melawan resesi

Melawan Resesi Bagi Pekerja, Bagaimana Caranya?