in

Prediksi Ekonomi RI Dipangkas IMF, Jadi Berapa?

resesi ekonomi berakhir 2020 ancur prediksi ekonomi ri
Gambar oleh geralt dari Pixabay

IMF atau Data Moneter Internasional memangkas prediksi ekonomi RI. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada di posisi minus 0,3 persen.

Padahal, pada April lalu, IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ada pada titik 0,5 persen.

Prediksi Ekonomi RI Pada 2020 dan 2021

Dilansir dari CNNIndonesia, data tersebut berasal dari laporan IMF yang berjudul “World Economic Outlook Update: A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery”.

Dalam laporan tersebut, IMF menyatakan bahwa setelah adanya laporan pada April lalu, virus Corona mengalami perkembangan pesat di negara berkembang.

Penyebaran virus Corona tersebut membuat banyak negara harus melakukan lockdown dan perputaran roda ekonomi mengalami hambatan yang lebih besar daripada perkiraan.

Walaupun IMF memberikan prediksi ekonomi RI menurun pada 2020, organisasi tersebut memproyeksikan ekonomi RI akan menguat di 2021.

Menurut IMF, ekonomi RI akan mengalami penguatan hingga ada di titik 6,1 persen. Proyeksi tersebut mengalami penurunan sebanyak 2,1 persen. Sebelumnya IMF memprediksikan ekonomi RI akan tumbuh hingga 8,2 persen.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 23 April 2020

Laju ekonomi negara-negara berkembang dan global juga mengalami penurunan hasil proyeksi.

Proyeksi pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara berkembang mengalami penurunan.

Menurut proyeksi IMF yang baru, PDB negara berkembang akan ada pada titik 6,1 persen. Nilai ini turun sebanyak 2 poin di mana titik sebelumnya adalah 8,2 persen.

Sedangkan untuk laju ekonomi global, nilai prediksinya turun menjadi minus 4,9 persen. Nilai prediksi ini turun sebanyak 1,9 poin dari prediksi sebelumnya yaitu minus 3 persen.

Menurut IMF pemangkasan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia ini terjadi akibat pandemi Corona yang masih belum kunjung selesai.

Bahkan, IMF menyatakan pandemi ini bisa menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi global pada tahun ini.

Pandemi Corona juga mengakibatkan proses pemulihan ekonomi menjadi jauh lebih lamban daripada perkiraan.

Sebagai informasi, per hari Jumat (26/6) jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 9,7 juta kasus, seperti yang dilansir dari Worldometers.

Jumlah pasien yang meninggal akibat virus ini lebih dari 490 ribu orang. Namun jumlah pasien yang berhasil sembuh sudah mencapai 5,279 juta pasien lebih.

Baca Juga  Waduh, Emiten Saham Hanya Kuat Sampai Juni

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

cemas finansial melawan resesi

Melawan Resesi Bagi Pekerja, Bagaimana Caranya?

manfaat asuransi bisnis proyeksi imf

Proyeksi IMF, Pengusaha Cemas Berat!