in

Harga Minyak Merosot Akibat Kasus Corona Naik

harga minyak merosot
Photo by Charlie Hang on Unsplash

Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu, harga minyak dunia merosot. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kasus Corona di Amerika Serikat dan China.

DIlansir dari CNNIndonesia, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman bulan Agustus mengalami penurunan sebanyak 3 sen.

Saat ini, minyak mentah Brent pengiriman Agustus dihargai US$41,02 per barel pada London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan nilai sebanyak 1,6 persen atau sebanyak 23 sen.

Minyak mentah WTI saat ini dibanderol dengan harga US$38,49 per barel di New York Mercantile Exchange.

Padahal, pada penutupan perdagangan hari Kamis (25/6) yang lalu, minyak global masih ditutup pada keadaan menguat.

Hal ini terjadi akibat adanya perbaikan terhadap ekonomi AS dan meningkatnya permintaan BBM di berbagai negara bagian.

Akan tetapi, peningkatan tersebut hanya terjadi sementara seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Corona di Amerika Serikat.

Faktor Harga Minyak Merosot

Dengan adanya peningkatan kasus Corona di negeri Paman Sam, pelonggaran pembatasan soisal di berbagai negara bagian harus ditunda.

Baca Juga  Peluang Usaha Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut Gubernur Texas Greg Abbot, rencana pelonggaran pembatasan sosial di Texas akan dibatalkan. Hal ini dilakukan setelah adanya peningkatan kasus di Texas dan meminta sebagian besar bar untuk tutup kembali.

Hal ini akan memberikan pengaruh terhadap produksi penyulingan minyak di Amerika Serikat (AS).

Menurut data yang dirilis oleh Pemerintah AS, penyulingan minyak yang beroperasi hanyalah sekitar 75 persen dari total penyulingan yang ada.

Menurut Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow, banyak perusahaan yang menunda karyawan untuk kembali ke kantor akibat adanya lonjakan kasus. Hal tersebut akan berdampak pada jumlah permintaan bensin.

Faktor lain yang menyebabkan harga minyak dunia merosot adalah prospek ekonomi global yang dipreoyeksikan akan memburuk.

Banyak dari ekonom yang menyatakan bahwa resesi ekonomi global akan terjadi dengan nilai yang lebih dalam.

 

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 29 Juni 2020