in

Krisis Corona Lebih Berat Dari 1998, Kata Pengusaha

ri masuk jurang resesi crisis corona
Gambar oleh Viarami dari Pixabay

Banyak pengusaha yang menganggap krisis ekonomi akibat Corona ini jauh lebih berat dari pada krisis lain yang menghantam Indonesia.

Hal ini dikarenakan pada krisis 1998 dan 2008 yang terdampak hanyalah perusahaan-perusahaan besar saja. Akan tetapi, dengan adanya Corona ini, segala sektor dengan ukuran besar hingga mikro terkena dampaknya.

Efek Krisis Corona

Dilansir dari  CNBCIndonesia, pada tahun 1998 yang menjadi sasaran krisis adalah perusahaan besar multinasional.

Perusahaan tersebut antara lain adalah perusahaan pada bidang industri keuangan atau perusahaan yang memiliki pinjaman kepada bank.

Jika saat ini, semua perusahaan mulai yang kecil hingga besar terkena dampak dari krisis Corona. Bahkan yang terkena dampak paling besar adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Virus Corona menyerang berbagai lapis ekonomi dan membuat banyak perusahaan yang harus mengambil manuver-manuver drastis.

Salah satu manuver yang dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, perusahaan juga merumahkan karyawannya dan melakukan pemotongan gaji.

Dengan adanya hal tersebut, daya beli masyarakat Indonesia mengalami penurunan.

Baca Juga  Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Siap Anggarkan Dana

Hal lain yang membedakan krisis saat ini dan saat 1998 dan 2008 adalah pada krisis sebelumnya masih ada demand atau permintaan. Yang terganggu pada krisis sebelumnya adalah penyaluran atau supply-nya.

Sedangkan pada krisis yang sekarang, baik supply maupun demand-nya terkena dampak yang luar biasa. Hal ini juga menjadi penyebab menurunnya jumlah konsumsi rumah tangga seiring dengan tingginya tingkat PHK.

UMKM seharusnya adalah salah satu sektor yang seharusnya diberikan bantuan pada awal terjadinya pandemi. Hal ini dikarenakan UMKM memiliki penyerapan tenaga kerja hingga 96 persen.

Bantuan yang diberikan seharusnya tidak hanya stimulus dan relaksasi saja. Akan tetapi, bantuan uang dalam bentuk cash juga dibutuhkan.

Dengan jumlah bantuan yang tidak terlalu besar, perputaran roda ekonomi UMKM bisa berjalan kembali.

Menurut CNBCIndonesia, dengan modal sekitar Rp10 hingga Rp20 juta, UMKM bisa bergerak kembali dan bisa mendapat hasil secara langsung.

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

Baca Juga  Indonesia Tarik Utang Besar, Prediksi dari Studi
Tak Goyah oleh Pandemi, Laba Bersih Maybank Indonesia Naik

Sejarah Singkat Maybank Indonesia

harga minyak dunia

Harga Minyak Dunia Meningkat Akibat Data Ekonomi