in

Harga Minyak Dunia Meningkat Akibat Data Ekonomi

harga minyak dunia
Photo by Robert Laursoo on Unsplash

Harga minyak dunia meningkat pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (29/6) sebanyak 3,1 persen. Penguatan ini terjadi seiring dirilisnya data ekonomi Asia dan Eropa.

Dilansir dari CNNIndonesia, harga minyak berjangka Brent dengan pengiriman bulan Agustus mengalami peningkatan sebanyak 1,7 persen atau 69 sen.

Saat ini minyak mentah Brent dibanderol dengan harga US$41,71 per barel pada London ICE Futures Exchange.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WIT) dengan pengiriman bulan Agustus juga mengalami penguatan sebanyak 3,1 persen atau sebanyak US$1,21.

Hal ini membuat minyak WIT dibanderol dengan harga US$29,7 per barel pada New York Mercantile Exchange.

Faktor Harga Minyak Dunia Meningkat

Salah satu faktor meningkatnya harga minyak dunia adalah munculnya data ekonomi untuk benua Asia dan Eropa.

Dalam data yang dirilis oleh Data Komisi Eropa tersebut, Eropa mengalami perbaikan di seluruh sektor pada bulan Juni 2020.

Posisi sentimen benua Biru juga mengalami peningkatan dan berada di posisi 75,7 pada Juni 2020. Sebelumnya posisi sentimen pada bulan Mei adalah 67,5.

Baca Juga  New Normal, Pengusaha Tidak Yakin Mal Ramai

Pada bulan Juni ini industri China juga mengalami peningkatan keuntungan setelah mengalami penurunan selama 6 bulan berturut-turut.Hal ini memnujukkan bahwa sinyal pemulihan ekonomi di China sedang terjadi.

Sentimen positif lain bagi harga minyak dunia adalah menguatnya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin kemarin.

Akan tetapi, penguatan harga minyak dunia ini masih bisa dibilang tipis mengingat kekhawatiran pasar akan terjadinya virus Corona gelombang II.

Hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah kasus Corona di berbagai penjuru dunia dan jumlah pasien yang meninggal mencapai lebih dari setengah juta orang.

Oleh sebab itu, banyak negara bagian di AS yang tidak jadi melonggarkan pembatasan sosial yang sudah direncanakan.

Salah satu negara bagian yang melaksanakan hal ini adalah negara bagian California dengan menutup operasional bar per Minggu (28/6).

Negara bagian Florida dan Texas juga melakukan hal yang dengan cara penutupan bar pada minggu lalu.

Rencana pelonggaran pembatasan ruang publik juga dibatalkan oleh negara bagian San Francisco dan Washington.

Baca Juga  IHSG Bergerak Fluktuatif Karena Lockdown Longgar

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

ri masuk jurang resesi crisis corona

Krisis Corona Lebih Berat Dari 1998, Kata Pengusaha

Nilai tukar rupiah hari ini

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah Akhir Perdagangan Hari ini