in

Tarif dan Review MRT Jakarta

Memasuki awal tahun 2019, Mass Rapid Transit atau yang disingkat MRT akan beroperasi secara resmi dengan dua moda transportasi yang disediakan, yakni rel kereta listrik jalur bawah tanah dan rel kereta listrik jalur layang. Hingga kini, proyek MRT tinggal melakukan tahap akhir pengerjaan dan siap melayani perjalanan Anda di awal Maret 2019 mendatang.

Mengutip dari laman MRT Jakarta , rencana pembangunan MRT di Jakarta sebenarnya sudah dirintis sejak 1985. Namun, saat itu, proyek MRT belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Pada 2005, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa proyek MRT Jakarta merupakan proyek nasional.

Berpijak dari kejelasan tersebut, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bergerak dan berbagi tanggung jawab. Tetapi akhirnya MRT Jakarta baru terlaksana dan di resmikan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Setelah menunggu lebih dari 30 tahun, akhirnya moda raya terpadu (MRT) Jakarta resmi diluncurkan. MRT Jakarta adalah sebuah sistem transportasi transit cepat yang menggunakan kereta rel listrik. Sistem transportasi perkotaan ini memiliki 13 stasiun yang terdiri atas  7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. Berikut ini adalah review tentang MRT Jakarta :

1.   Jenis Kereta

Mengutip dari laman Kaori Nusantara, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta. Satu rangkaian kereta terdiri atas 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car (Tc). Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor (M). Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta memiliki 2 unit air conditioning (AC).

Baca Juga  Sri Mulyani Kejar Pajak Netflix dan Spotify

  2.   Rute Stasiun

Sebagian dari konstruksi jalur MRT Jakarta merupakan struktur layang (elevated) yang membentang sekitar 10 kilometer dari wilayah Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja. Dari rute tersebut, terdapat 7 stasiun Layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Sekitar 10 kilometer stasiun yang dibangun dari rute Lebak Bulus hingga Jalan Sisingamangaraja menggunakan kontruksi kereta jalur layang. Stasiun-stasiun yang dilalui jalur layang tersebut, di antaranya Stasiun Lebak Bulus, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamaraja.

3.     Fasilitas

Fasilitas yang disediakan pihak pengelola MRT Jakarta cukup lengkap. Tersedia eskalator, elevator, dan tangga. Tersedia juga area komersial yang menyediakan beragam layanan yang dibutuhkan penumpang. Di dalam stasiun, terdapat fasilitas eskalator, elevator, ruang pertolongan pertama, ruang menyusui, toilet umum, Platform Screen Door (PSD), tempat duduk, station front office untuk layanan penumpang (customer services), ticket sales office (TOM), public announcement, serta tactile untuk penyandang disabilitas. Untuk passenger gate, selain yang biasa (dengan lebar 60 cm), juga tersedia wide passenger gate dengan lebar 90 cm untuk lalu-lalang pengguna kursi roda.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 7 Februari 2020

Setiap stasiun juga akan dilengkapi dengan jaringan nirkabel, penampang informasi bagi para penumpang (passenger information display) yang berisi informasi status kedatangan dan keberangkatan kereta. Untuk kereta, sinyal telekomunikasi tetap bisa diakses oleh penumpang meskipun berada di dalam terowongan hingga kedalaman mencapai 20 meter. Disediakan bangku prioritas (priority seat) untuk penyandang disabilitas, orang tua, ibu hamil, dan anak-anak. Tempat barang tersedia di bagian atas bangku prioritas. Di dalam kereta terdapat penampang informasi bagi para penumpang (passenger information display) berisi peta jalur dan status posisi kereta. Tiap stasiun bawah tanah akan dilengkapi dengan AC, sementara di tiap stasiun layang akan digunakan desain yang mengoptimalkan sirkulasi udara terbuka.

   4.     Tarif

Tarif MRT akan berlaku 1 April 2019, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyetujui tarif MRT Jakarta sebesar Rp 10.000 per 10 kilometer. Tarif antarstasiun nantinya akan berbeda. Tarif minimum ditetapkan sebesar Rp 3.000, sedangkan tarif maksimal yaitu Rp 14.000. Dengan tarif tersebut, jumlah subsidi yang akan dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 672 miliar hingga akhir 2019. Tarif Rp 10.000/10 km sendiri terdiri atas dua komponen, yakni boarding fee yang dipatok sebesar Rp 1.500 ditambah unit price per kilometer (harga per kilometer) yang dikalikan jarak. Tarif 10.000/10 km unit harga per km nya dipatok Rp 850.

Baca Juga  Cicilan Kredit Masih 'Jalan', Curhat Driver Ojol

 5.   Metode Pembayaran

Untuk bisa naik MRT Jakarta, penumpang perlu menggunakan kartu yang diberi nama Kartu Jelajah. Ada dua tipe kartu ini, yaitu single trip dan multitrip. Kartu Jelajah single trip hanya untuk perjalanan sekali jalan dan masih bisa digunakan maksimal 7 hari. Namun, jika ingin naik menggunakan kartu ini, penumpang perlu isi ulang dulu.

 

Tinggalkan Balasan

4 jenis arisan

Berbagai Jenis Arisan, Antara Menabung Kekayaan Atau Silaturahmi ?

Pertimbangan yang harus dipertikan ketika hendak mengganti kartu kredit

Ganti Kartu Kredit? Pahami dulu Penjelasan ini!