in

Perkuat sistem pembayaran, Bank Indonesia Kerja Sama dengan BoT

 

Bank Indonesia (BI) dan Bank of Thailand (BoT) menyepakati penguatan kerja sama. Yaitu pada bidang Sistem Pembayaran dan Inovasi Keuangan serta Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

Kesepakatan tersebut diwujudkan dalam Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Thailand, Veerathai Santiprabhob menandatangani MoU tersebut pada Kamis (4/4).

MoU yang ditandatangani di tengah rangkaian pertemuan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN (ASEAN Central Bank Governors Meeting/ACGM) pada Kamis, (4/4) di Chiang Rai, Thailand.

“Kesepakatan ini menjadi wujud upaya positif Bank Indonesia dalam mendukung Pemerintah Indonesia untuk menjadi anggota Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF),” ujar Direktur Eksekutif BI, Onny Widjanarko dalam rilis resmi yang disampaikan oleh Bank Indonesia.

Tak hanya itu, penandatanganan nota kesepahaman ini sekaligus menunjukkan komitmen BI untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme serta memenuhi rekomendasi dan panduan FATF.

Nota Kesepahaman ini menambah jumlah kerja sama BI di bidang APU PPT yang sudah dilakukan juga dengan Banko Sentral Ng Pilipinas (2018) dan Bank Negara Malaysia (2013).

Baca Juga  Gap Awal Pekan: Latar Belakang dan Cara Memanfaatkan

“Penandatangan Nota Kesepahaman dilakukan dalam rangka memperkuat implementasi kebijakan bank sentral, menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks dalam kegiatan sistem pembayaran di kedua negara,” lanjut Onny.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menambahkan bahwa kerja sama tersebut bukan hanya di bidang APU PPT

“Indonesia dan Thailand juga menekankan perlunya sinergi dalam pengembangan sistem pembayaran dan mendorong inovasi keuangan,” paparnya ketika menyampaikan sambutan.

Tujuan penandatangan MoU:

Ada tiga tujuan penandatangan nota kesepahaman ini.

1. Memperkuat kerjasama di area sistem pembayaran dalam rangka mendukung tersedianya sistem pembayaran yang aman, cepat, efisien, dan handal.

2. Mendorong inovasi keuangan. Ketiga, memperkuat implementasi kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT),”

3. Memperkuat implementasi kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

Diharapkan Nota Kesepahaman ini merupakan landasan pelaksanaan berbagai kerja sama BI – BOT saat ini dan ke depan. Yang dapat diimplementasikan melalui beberapa bentuk kegiatan yaitu dialog kebijakan, pertukaran informasi, kolaborasi inovasi, dan pengembangan kapasitas.

Baca Juga  Sederhanakan Perijinan dan Investasi, ini yang Harus disiapkan Omnibus Law

Tinggalkan Balasan

 KAI tambahkan 50 Kereta Mudik, Berikut Tips Berburu Tiketnya.

Ingin Sukses Bisnis E-Auction? Begini Caranya