in

Ramadhan Masih 1 Bulan Lagi, Harga Bawang Putih Sudah Meroket

Bukan suatu rahasia lagi ketika mendekati perayaan hari besar harga berbagai macam kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan harga.

Begitu juga tahun ini, meskipun bulan Ramadan masih satu bulan lagi, tapi harga bahan pokok terutama bawang putih sudah mulai merangkak naik.

Kenaikan yang terjadi saat ini terjadi setelah Bulog membatalkan rencana impor bawang putih.

Dilansir dari Kompas BISNIS, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik  (Bulog) membatalkan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton. Alasannya adalah  karena mereka menganggap stok bawang putih untuk periode bulan Ramadan tahun 2019 ini dirasa masih aman.

Padahal pada kenyataannya tidak. Di beberapa  daerah di Indonesia kenaikan harga komoditas bumbu dapur sudah terjadi.

Kenaikan harga komoditas dapur di Indonesia

Seperti yang terjadi di Bangka Belitung. Kenaikan harga bumbu dapur sudah mengalami kenaikan sejak 2 minggu terakhir.

Bawang merah dari harga semula Rp 28 ribu hingga Rp 30ribu menjadi Rp 45  ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan bawang putih dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 36 ribu per kg

Baca Juga  Bursa Saham Asia Membaik Hari Ini

Para pedagang menyatakan naiknya harga bumbu dapur tersebut terjadi karena tersendatnya pengiriman komoditas bumbu dapur terutama yang impor.

“Kalau bawang putih ini bawang putih impor, makanya mahal,” ujar salah satu pedagang, Mona.

Menanjaknya harga komoditas bumbu dapur yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir ini Mona berharap harga-harga tersebut segera kembali normal. Dia juga berharap jika Pemerintah dapat turun tangan langsung guna mengontrol harga sejumlah komoditas bumbu dapur.

Tak hanya di Bangka Belitung, di pasar Pameran Surabaya Jawa Timur, sulitnya mendapatkan stok bawang putih membuat para pedagang harus menaikkan harga. Dengan kisaran dari Rp 32 ribu hingga Rp 45 ribu, tergantung jenis bawang tersebut. Sama seperti yang terjadi di Bangka Belitung kenaikan harga bawang putih di Pasar Pabean terjadi selama dua minggu terakhir.

Pemerintah Surabaya mengakui hingga bulan April ini surat izin impor bawang putih belum dikeluarkan. Sedangkan sejumlah bawang putih yang saat ini berada di pasaran merupakan bawang putih sisa impor tahun 2018 lalu.

Baca Juga  10 Aplikasi Android Termahal di Dunia (Part 2)

“Untuk RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) dari Kementan (Kementrian Pertanian, Red) belum turun. Kemudian izin impor dari Kemendag (Kementrian Perdagangan) karena RPIH belum turun, izin impor dari kemendag belum turun. Kita harapkan itu segera didorong, supaya impor ini lancar dan Supply ( Komoditas dapur) terjamin,” ujar Kabid Perdagangan dalam Negeri Disperindag Jawa Timur, Bagus Sasmito.

Sementara itu Kementerian Perdagangan mengatakan stok Bawang Putih saat ini berjumlah 115.700 ton. Ini adalah sisa dari realisasi impor tahun 2018 lalu yang berjumlah 571.000 ton.

Tinggalkan Balasan

Jangan menjadikan harga sebagai patokan anda dalam memilih broker emas. Biasanya, banyak broker menjanjikan komisi yang rendah untuk menarik investor,

Ini Dia 5 Keuntungan Investasi Emas, Mau Coba?

Inilah Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional