in

Samsung Menunda Peluncuran Galaxy Fold. Ada Masalah apa ya?

Samsung Menunda Peluncuran Galaxy Fold

Samsung Electronics Co. menunda peluncuran ritel smartphone Galaxy Fold. Penundaan ini untuk kurun waktu yang belum ditentukan.

Pekan lalu, melalui Twitter, reviewer mulai memposting masalah yang ada pada perangkat, tetapi perusahaan tidak tahu akar penyebab cacat layar.

Sementara Samsung mengatakan temuan awal menunjukkan masalah terletak pada area engsel yang terbuka. Samsung juga menemukan beberapa kasus soal perangkat yang mempungaruhi kinerja layar.

Sekitar 50 unit Samsung Galaxy Fold seharga US$ 1.980 (Rp 27,8 juta) telah dikirim untuk ditinjau oleh wartawan, analis dan blogger di Amerika Serikat sebelum rencana peluncuran pada 26 April.

Belum begitu jelas berapa banyak perangkat yang rusak. Menurut postingan di Twitter, empat unit yang dikirim ke jurnalis dan YouTube terdapat masalah. Terkait hal tersebut, Samsung menolak berkomentar di luar pernyataan yang disiapkan.

Wayne Lam, seorang analis dengan IHS Markit, memperkirakan masalah ini kemungkinan akan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. “Kita semua tahu bahwa Samsung memiliki teknologi yang baik. Kemungkinan kesalahan ini adalah masalah dengan produksi massal dan kegagalan hanya dalam persentase satu digit,” katanya.

Baca Juga  Trading Forex dan Emas Online. Keuntungan dan Kerugian

Padahal perusahaan smartphone terbesar di dunia ini telah menaruh harapan besar pada Galaxy Fold. Itu terlihat dari inovasi model perangkat yang sangat berbeda dari desain sebelumnya. Yaitu mengubah desain persegi panjang yang dimiliki smartphone selama lebih dari satu dekade.

Ini bukan masalah pertama yang dialami oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Sebelumnya, kurang dari 3 tahun yang lalu Samsung harus menarik kembali Galaxy Note 7 yang sudah beredar di pasaran. Masalahnya yaitu baterai rusak yang menyebabkan beberapa smartphone yang baru dirilis terbakar.

Episode ini mencoreng merek perusahaan Korea Selatan dan menelan biaya Samsung sekitar $ 6,5 miliar saat mengeluarkan produk dari kandangnya.

Bisnis smartphone menurun

Diterjemahkan dari laman Wall Street Journal, saat ini bisnis smartphone sedang mengalami kemerosotan penjualan. Hal ini dikarenakan konsumen yang tidak terkesan dengan inovasi baru. Mereka lebih memilih perangkat lama yang mereka miliki dari pada mengupdatenya dengan yang baru.

Baca juga: Beberapa Cara Mengikuti Loyalty Program FBS

 

Tinggalkan Balasan

BNI Targetkan Rekening baru

2019 BNI Targetkan Rekening Baru Naik 2 Kali Lipat

4 Tips Liburan Hemat Tanpa Menguras Kantong