in

Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Menguat

Nilai tukar Rupiah menguat di awal pekan ini,Senin (29/04/18). Rupiah mengawali perdagangan pekan ini pada level 14.190 per dolar AS (USD). Posisi tersebut menguat 0,6% dibanding perdagangan akhir pekan lalu pada posisi Rp 14.199 per USD.

Dilansir dari CNN, pagi hari ini sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong dan Dolar Singapura menguat 0,01 persen. Sementara itu, Peso Filipina menguat 0,02 persen, Baht Thailand menguat 0,07 persen, dan Won Korea Selatan menguat 0,16 persen.

Namun ada pula beberapa mata uang Asia yang melemah. Seperti Ringgit Malaysia sebesar 0,03 persen dan Yen Jepang sebesar 0,03 persen.

Alasan Rupiah menguat

Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah di pagi ini merupakan imbas dari hasil rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada Jumat (26/4) lalu.

Dari hasil rilis tersebut pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I 2019 terbilang 3,2 persen atau lebih tinggi dari ekspektasi 2,2 persen. Namun, hal ini tidak sejalan dengan inflasi inti AS yang mencatat pelemahan dari 1,8 persen secara tahunan di kuartal IV 2018 menjadi 1,3 persen secara tahunan di kuartal I 2019.

Baca Juga  Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan

Melihat data ini, tentu pelaku pasar belum sepenuhnya percaya dengan perbaikan ekonomi AS. Sehingga The Fed kemungkinan belum akan menaikkan suku bunga acuannya, Fed Rate.

“Momentum hari ini  merupakan kelanjutan dari pekan kemarin, sehingga rupiah masih akan dipengaruhi oleh PDB AS. Hari ini, rupiah akan berada dalam kisaran Rp14.150 per dolar AS hingga Rp14.220 per dolar AS,” jelas Ariston Dilansir dari CNNIndonesia.

Sementara itu, saat ini pelaku pasar tengah menanti rilis defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal I. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim. Mengingat Bank Indonesia optimistis defisit transaksi berjalan akan membaik ketimbang kuartal IV lalu yang mencapai 3,57 persen dari PDB.

Kendati demikian, pelaku pasar juga khawatir dengan defisit transaksi berjalan pada kuartal II seiring peningkatan impor jelang Ramadhan dan kebutuhan valas korporasi untuk pembayaran utang, dividen, dan sebagainya.

“Sehingga pada hari ini rupiah masih ada kemungkinan melemah dan ditransaksikan di level Rp14.142 hingga Rp14.230 per dolar AS,” jelas dia.

Baca Juga  Wishnutama Terima Pinangan Jokowi Jadi Menteri, Gimana Kabar NET TV?

Baca juga: Anda Seorang Trader? Ikuti Kontes Elevation Trading Challenge 2019!!

Tinggalkan Balasan

Untung Rugi KPR Refinancing (AturDuit)

KPR Refinancing, apa Untung Ruginya?

5 Sosial Media Terbaik untuk Pemasaran Bisnis