in

Mantan Ibu Kota, Jakarta Mampu Bersaing dengan Kota-Kota Besar Asia Tenggara

Pemindahan ibu Kota, jakarta mampu bersaing dengan negara Asia Tenggara

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan pemerintah akan membuat ibu kota baru sebagai pusat pemerintahan. Sementara itu, Jakarta tetap akan difasilitasi untuk menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Pihaknya juga menegaskan bahwa pemindahan ibu kota tidak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Jakarta.

Dikutip dari Kompas, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang yakin bahwa potensi Jakarta dalam hal bisnis, keuangan, dan perdagangan mampu menyaingi kota-kota besar negara Asia Tenggara, seperti Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, bahkan Singapura.

Anggaran sebesar Rp570 triliun telah dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta untuk meningkatkan fasilitas transportasi dengan melibatkan swasta dan BUMN dalam membangun Jakarta, imbuh Bambang.

Untuk itu, pemerintahan hanya berkontribusi paling tinggi 20% terhadap pertumbuhan perekonomian Jakarta. Sektor swastalah yang mendominasi di sini untuk jadi motor penggerak perekonomian Jakarta kali ini.

Baca juga: Benarkah Dana Haji Dimanfaatkan Untuk Perbaikan Jalan Tol?

Dikutip dari Kompas, Senin, (12/5) kemarin, Bambang menambahi, “Selain itu pemerintahan Jakarta akan tetap di Jakarta. Jadi intinya pertumbuhan ekonomi Jakarta akan tetap tinggi karena digerakkan oleh sektor swasta, dan penduduknya yang pindah cuma 1,5 juta orang. Sementara Jakarta itu penduduknya 10,3 juta orang kemudian kalau Jabodetabek itu hampir 25 juta. Itu yang akan membuat pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap tinggi.”

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 1,9 Persen, Ramal BI

Bambang juga menegaskan ibu kota baru khusus menopang pemerintahan. Pusat pemerintahan baru ini hanya akan menampung kurang lebih 900.000-1,5 juta penduduk.

Jakarta sebagai Pusat Bisnis

Bambang meyakini, pemindahan ibu kota bisa memaksimalkan daya juang Jakarta sebagai pusat bisnis agar bisa menyaingi kota-kota besar negara kawasan Asia Tenggara.

Hal ini dapat dipastikan dengan fungsi gedung-gedung pemerintahan yang ditinggalkan dapat dioptimalkan untuk menjadi bisnis properti di Jakarta nantinya, pungkas Bambang. Pihak swasta bisa memaksimalkan fungsi-fungsi gedung yang ditinggalkan melalui skema KerjaSama Pengelola (KSP).

Sementara itu, daerah-daerah di sekitar ibu kota yang baru nanti pun diyakini bisa turut mendapatkan cipratan perekonomian yang lebih baik.

Selain itu, Bambang menjelaskan bahwa dampak pemindahan ibu kota di kawasan Indonesia bagian tengah yaitu pemerintahan mampu mengendalikan negara lebih efisie.  Dibandingkan Jakarta yang terletak di wilayah Indonesia bagian barat.

Baca juga: Yuk! Simak Kiat-kiat Sukses Anthony Tan, Pendiri Grab

Tinggalkan Balasan

Tanda keuangan di ujung tanduk

Awas! Ini 4 Tanda Keuangan Berada di Ujung Tanduk

Opsi peluang usaha di desa

Opsi Peluang Usaha di Desa dengan Prospek yang Cemerlang