in

Kacau! Imbas Kerusuhan 22 Mei Terhadap Nilai Rupiah

Kerusuhan 22 Mei berimbas pada rupiah

Kericuhan yang terjadi pada tanggal 22 Mei mengakibatkan respon negatif terhadap nilai tukar rupiah. Pagi ini telah disebutkan bahwa dolar AS menunjukkan Rp 14.528. Kerusuhan yang sudah tercium sejak Senin (20/5) lalu mengakibatkan nilai tukar dolar AS sempat mencapai Rp 14.400-an. Kemudian, pada Selasa (21/5) kemarin, nilai tukar sudah parkir di level Rp 14.465.

Perubahan dolar AS terhadap rupiah cukup stabil di level Rp 14.400-an jika dilihat sejak awal pekan. Rupiah tampak tertekan terhadap beberapa mata uang negara utama dunia. Seperti British pound, peso Filipina, dan euro yang memojokkan rupiah paling dalam pagi ini.

Baca juga: Hemat Selama Bulan Puasa dengan 3 Aplikasi Ini. Mengapa Tidak?

Apa penyebab utama nilai rupiah tertekan?

Dilansir dari detikFinance, menurut Analisis dan Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, yang membuat rupiah tertekan adalah sisi internal. Tidak ada faktor eksternal sedikit pun yang mencoba menyenggol rupiah. Bahkan indeks dolar AS pun hari ini menjinak.

“Kita melihat secara eksternal sedikit mereda. Indeks dolar flat di 98,03. Secara eksternal pelemahan rupiah tidak ada pengaruhnya. Ini pengaruh besar dari dalam negeri,” ujarnya kepada detikFinance, Rabu (22/5/2019).

Baca Juga  Praktikkan! 5 Cara ini Bisa Menguatkan Nilai Rupiah

Ibrahim juga menambahkan bahwa kerusuhan 22 Mei ini yang membuat pelaku pasar taking profit pasar di Indonesia. Aksi 22 Mei 2019 berakhir ricuh yang mana membuat pasar merespon negatif sehingga IHSG pun juga dibuka negatif.

Apakah ada solusi?

Ibrahim juga membandingkan kondisi kerusuhan 22 Mei ini berbanding terbalik dengan pemilu 2014 lalu. Saat KPU menyatakan bahwa Jokowi-JK menang, nilai tukar rupiah langsung melejit dibandingkan dengan pagi ini.

“Karena pada saat KPU mengumumkan yang menang Jokowi yang terjadi paslon 02 menolak dan terjadi kerusuhan,” tutur Ibrahim pada detikFinance.

Jika kericuhan ini terus berlangsung dan tidak ada titik terangnya. Besar kemungkinan jika dolar AS juga bisa tembus ke level RP 15.000 dalam hitungan hari. Hal ini bisa diatasi apabila ada pihak khususnya dari Paslon 02 (Prabowo-Sandiaga) yang meredamkan aksi massa dan membuka jalur damai.

Sebagai penutup, Ibrahim juga menuturkan. “Tambah 500 poin itu sangat memungkinkan di situasi seperti ini. Kecuali paslon 02 beri arahan ke pendukungnya. Kalau berikan arahan untuk berhenti di jalan kemungkinan besar rupiah kondusif.”

Baca Juga  Pasca Aksi 22 Mei, Rupiah Kembali Melesat 0,28%

Baca juga: Tips Belanja Aman meskipun Diskon Meradang Menjelang Lebaran

Tinggalkan Balasan

Freelancer, Ayo persiapkan dana pensiun dari sekarang

Freelancer, Ayo Siapkan Uang Pensiun Dari Sekarang!

Aksi 22 Mei, Perekoomian turun

Aksi 22 Mei, Perekonomian Ibu Kota Alami Kekacauan